REDAKSI MC-I DAN ADMIN BLOG INI MEMINTA MAAF ATAS TIDAK LANCARNYA UP-DATE INFORMASI DAN UPDATE INFORMASI LAINNYA PADA BLOG MEDIA SELAYAR INI. HAL INI DIAKIBATKAN ADANYA PERBAIKAN SISTEM KOMPUTERISASI DAN REHABILITASI KANTOR MCI SELAYAR. UPDATE INFORMASI AKAN KEMBALI LANCAR SETELAH SELESAINYA PROYEK TERSEBUT. TERIMA KASIH. KIRIMKAN TERUS INFORMASI, KEJADIAN DAN BENCANA YANG TERJADI DISEKITAR ANDA MELALUI LAYANAN SMS ELSHINTA 081 180 2543

TOP THIS BLOG

SUKMAWATI Am.A - Caleg PKB No.Urut 3 Dapil 3. Pasimarannu-Pasilambena-Pmasunggu/Timur-TkBonerate

Sukmawati
Akbp A.Hidayat : Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Dan Budayakan Keselamatan Berkendara. Diberdayakan oleh Blogger.
Lisensi Creative Commons
Media Selayar oleh Redaksi MC-I disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 3.0 Tanpa Adaptasi.
Berdasarkan ciptaan pada http://radiocontrend.blogspot.com.
Izin di luar dari ruang lingkup lisensi ini dapat tersedia pada Google ,Yahoo, Bing. I heart Validator

Latest Post

Media Selayar

Semua Untuk Selayar

Rombongan Haji Selayar 2013 Insya Allah Tiba Kembali, Minggu 10 Nopember 2013 Siang

Penulis Media Selayar on Minggu, 10 November 2013 | Minggu, November 10, 2013

Sumber Foto : Lensa Indonesia
 Dari laporan Reporter CFM Selayar langsung dari Makassar pada Minggu dini hari tadi (10/11) terdata sebanyak 91 orang Jamaah haji asal Kabupaten Kepulauan Selayar yang berada pada kloter 21 Embarkasi Hasanudin Makassar Sulawesi-Selatan, telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Hasanudin pada Sabtu, (9/11/2013) pukul 11.00 wita dengan Selamat.  Kedatangan para jamaah Haji Kep.selayar ini dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipimpin oleh Sekda, Dr. H. Zainuddin, SH.MH didampingi oleh sejumlah pejabat pemkab Kep Selayar lainnya diantaranya nampak oleh reporter adalah H. Baharuddin. AR, SE, Asisten Ekonomi dan Pembangunan bersama Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah, Andi Rahman, S.Sos. 

 Pemberangkatan rombongan dari Makassar menuju Kep.Selayar menggunakan Bus sekitar pukul 02.00 Dinihari Minggu (10/11) setelah sebelumnya para jamaah dan penjemput beristirahat di asrama Haji Sudiang. Diperkirakan tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar pada siang hari Minggu (11/10) Dan akan dijemput seperti biasa di Mesjid Al Umaraini Benteng kep.selayar, setelah dilaksanakan upacara penerimaan Rombongan oleh Panitia pengurus Jamaah Haji Selayar.  (Tim)

Pembangunan Menjadi Alasan Rusaknya Lingkungan Di Kab.Kep. Selayar

Penulis Media Selayar on Kamis, 07 November 2013 | Kamis, November 07, 2013

  Mungkin saja bisa disepakati bersama oleh semua elemen pemerhati pembangunan Kepulauan Selayar bahwa pembangunan daerah ini sangat butuh pengorbanan. Namun perlu juga dicermati bahwa pembangunan dengan mengorbankan lingkungan jelas bukan langkah yang tepat. Merusak lingkungan laut dan mengancam ekosistem dipantai barat Benteng kepulauan Selayar yang merupakan ibu kota Kabupaten kepulauan ini dengan alasan pembangunan juga bukan kebijakan cermat.  Dimana dalam sebulan terakhir ini, aktivitas pengrusakan lingkungan dipantai Benteng hingga ke daerah pesisir pantai disekitar Benteng  mulai tak kenal waktu dan tempat.  Fakta dari pantauan penulis dipantai Barat Benteng tepatnya mulai dari pantai Bonea utara ke pantai matalalang habis dibabat dan ditimbun. Eksploitasi mengerikan ini harus dihentikan bila tak mau tanah kepulauan ini terkena bencana lingkungan yang dahsyat atau mengalami hal mengerikan tenggelam tertelan bumi.  Contoh saja pada kegiatan reklamasi pantai Benteng Selayar yang hingga saat ini terus berlanjut. Penimbunan areal pelabuhan Rauf Rahman hingga ke Perluasan Plaza marina serta penambahan pelataran parkir pasar lama hingga ke selatan telah mendapat imbas terhadap kota kecil setiap tahunnya dengan banjir dan rob. Bagaimana mungkin hal ini harus dilanjutkan dengan alasan pembangunan sementara resiko telah nampak dihadapan kita setiap tahunnya pada pergantioan musim.  Tentu saja yang menjadi korban adalah orang Selayar baik terkena langsung karena bermukim dipesisir maupun tidak langsung namun menggunakan akses pesisir untuk beraktifitas akan terhambat.
Dari mana material penimbun dan kebuutuhan pelaksanaan ?’. Tentu saja dari hasil ekspoloitasi daerah dan wilayah di 11 kecamatan di Kabupaten kepulauan Selayar yang  memang menyimpan kekayaan alam dengan  banyak potensi alam yang tersimpan adalah cadangan galian tambang golongan C. Ada pasir, batu koral, tanah timbun, dan bebatuan lainnya yang merupakan material utama dalam pelaksanaan proyek-proyek fisik pemerintah dan swasta. Termasuk potensi bahan tambang lain di luar galian golongan C di atas. Sebut misalnya  Pasir besi, nikel dan karolin, batu granit, dan marmer. Wajar bila tanah ini menjadi sasaran pengusaha galian C.  Ditambah lagi letak pulau Selayar yang sangat jauh dari jangkauan wilayah lain di daratan Sulawesi selatan sehingga membuat aktivitas penggalian golongan C tercatat sebagai bisnis menggiurkan. Mungkin tak ada alasan untuk tidak memilih bisnis ini bagi pengusaha dan pemilik modal.   Bisa dibayangkan kalau perkiraan kebutuhan material- seperti batu, koral, dan kerikil- mencapai jutaan meter kubik per bulannya. Angka ini belum terhitung kebutuhan pasokan material bagi pengembangan dan proyek pembangunan  Bandara, Dermaga diwilayah kepulauan serta  rencana pembangunan pertambangan pasir besi  yang diperkirakan mencapai angka jutaan meter kubik. Memang ada pengusaha yang mengaku telah memegang izin dan persyaratan sesuai  prosedur resmi walaupun sebenarnya sangat diragukan legalitasnya secara hukum, malahan disinyalir kuat ada yang melakukan tanpa sehelai dokumen sesuai prosudure. Lokasi penambangan juga mulai dirambah sesuka hati. Bisa Anda lihat mulai hulu hingga hilir Sungai di sepanjang wilayah daerah kepulauan ini terlihat aktivitas penambangan pasir dan batu kali kebutuhan pembangunan  rumah dan gedung milik masyarakat dan pemerintah, pesisir Pantaisebagai pasir material proyek bangunan dan timbunan kebutuhan proyek  jalan jembatan, bukit bukit  batu kapur diwilayah Kepulauan untuk kebutuhan proyek dermaga  di Kepulauan. Modus lain yang tak kalah ironis adalah mengacak-acak areal pertanian dengan alasan membuat sawah yang tentu membutuhkan pengairan irigasi. Padahal yang terjadi alat-alat berat seperti beko dan eskavator justru memindahkan material dari areal itu ke atas truk-truk bertonase berat ke areal pembangunan proyek jalan dan perumahan.

Untuk mendapatkan data lengkap memang sangat riskan baik oleh pemerintah dan swasta karena wilayah dan kondisi daerah yang tidak memungkinkan dilakukan monitoring setiap harinya mengingat jarak antar lokasi yang digunakan penambang. Namun disinyalir kuat bahwa data pemerintah dan fakta lapangan terkait jumlah titik dan jumlah hasil tidak akan sinkron.
Faktanya sudah ada 46 titik lokasi yang dijadikan objek lokasi penambangan. Pemerintah dan pihak terkait seolah tak berdaya menertibkan titik yang dianggap kawasan penambangan ilegal. Dari lokasi itu diperkirakan ribuan truk dan alat angkut lainnya bertonase berat silih berganti mengangkut material galian C.    

‘’Ah, tak ada lagi ikan di sini, ! Biasanya kami dapat 5-6 ekor semalam,’’ kata seorang pemancing yang dihampiri penulis diareal dermaga pelabuhan Rauf Rahman benteng kepulauan Selayar.
Dari penelusuran lainnya, ratusan kubik batu Koral yang ditambang setiap hari itu diangkut ke pabrik pemecah batu, juga  pengusaha pembuat aspal hotmix yang (lagi-lagi) banyak berdiri secara ilegal di Kabupaten ini.  Dapat dipastikan bahwa mereka akan mencari lokasi penggalian pasir biasanya berada di DAS dan pinggir pantai. Tentulah bekas lokasi galian itu meninggalkan bekas  berupa lubang sisa lokasi galian tanah timbun. Kegiatan penambangan pasir dari sungai memperlebar DAS, sedangkan penggalian batu Koral di perbukitan perlahan mengikisnya sehingga rata dengan tanah. Kerusakan lingkungan semakin tidak terelakkan. Akan tetapi ‘’penjarahan’’ terhadap alam Selayar ini kok seolah menjadi tontonan biasa saja? Dalam sebulan terakhir saja, ka, tercatat beberapa lokasi di wilayah perbukitan di Keca matan Bontoharu dilakukan penggalian material yang diperuntukkan sebagai timbunan proyek  Bandara padang dan sekitar areal pelabuhan hingga palaza marina. Ribuan kubik sudah diangkut. Kendati tak mengantongi izin toh aktivitas ilegal tersebut beroperasi layaknya perusahaan legal.

Seluruh aktivitas yang berdampak pada kehidupan warga dan ekosistem itu  seyogyanya bisa dijadikan motivasi oleh pihak terkait yang tak lagi punya alasan untuk ‘’main-main’’ dalam penindakan di lapangan. Pemerintah dan penegak hukum dinilai belum maksimal dan serius mengambil tindakan yang mana seperti selama ini dinilai juga masih sebatas ‘’pencitraan’’ belaka. Terbukti pada Kegiatan penambangan pasir pantai secara ilegal diwilayah Kecamatan Buki ternyata bisa kembali dilakukan bila peringatan dan razia berlalu. Ada pula rumor tak sedap yang menuding bahwa tidak ada pihak terkait yang berani melarang dan menghentikan kegiatan pengrusakan lingkungan ini lantaran penambangan ilegal itu disebut sebut diback-up oknum pejabat dan aparat keamanan yang  juga dinilai terkesan tebang pilih”. Soal penyitaan alat-alat berat dan truk juga dikesankan sekadar kejar target belaka”. Termasuk para wakil rakat di Dprd Kep.selayar yang berada pada komisi yang menangani pertambangan dan lingkungan tidak pernah terdengar melakuk sidak dan menghentikan ”Keberadaan lokasi galian C  yang sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Apa harus makan korban jiwa dulu baru serius ditertibkan?” semoga tidak.
 Terakhir penulis tidak menemukan adanya data hasil penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah dan pihak berwajib sehingga pelarangan dan sosialisasi tentang pelanggaran UU lingkungan hanya terkesan ‘’gertak sambal” diKabupaten kepulauan Selayar. Hingga kini penulis belum mendapatkan data yang ada tertulis hasil razia penertiban pelanggaran UU lingkungan hidup di wilayah Kep.selayar   berujung ke ranah hukum. Padahal Proses hukum perlu dilakukan sebagai shock therapy agar penambangan illegal yang tak terkontrol  tidak lagi menjamur. Faktanya sampai kini belum ada seorang pengusaha galian C ilegal pun yang terjerat, bahkan dijatuhi vonis. Nah, memang ada alat-alat berat yang disita dan ditahan, tapi toh tak ada oknum pengusaha atau pemilik truk yang ditahan. Sejatinya untuk membuat efek jera oknum pengusaha galian C ilegal harus dijerat dengan Undang-undang pertambangan.
“Bila dijerat dengan UU Pertambangan kemungkinan meluas dengan menjeratnya dengan UU Perlindungan Lingkungan Hidup,”  sebagai perusak lingkungan seperti penambang liar galian C di yang diduga tak punya izin- sama dengan teroris.
“Saya mengumpamakan pengusaha galian C yang tak punya izin, mereka seperti teroris, karena  mereka merusak lingkungan, sehingga ribuan manusia terkena dampak dari pengrusakan lingkungan tersebut. Ini harus ditindak tegas oleh Pemerintah Selayar dan aparat penegak hukum, sehingga kerusakan lingkungan bisa teratasi,” misalnya dampak erosi harus dihindari, agar musibah yang melanda masyarakat bisa dihindari. (LO2)


Pilkades Serempak Di 11 Desa Se-Kabupaten Kep.Selayar 20 Nopember 2013

 .  Kesiapan dan persiapan pihak pemerintah Kabupaten kepulauan Selayar dalam hal ini Bapemdeskel sebagai instansi tehnis yang melakukan pengawasan langsung dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serempak di 11 desa se-Kabupaten Kep.Selayar pada Tanggal 20 Nopember 2013 mendatang makin giat dan tentu saja ini menjadi salah satu agenda prioritas kerja bulan ini. Hal ini ditegaskan oleh Drs.Ahmad Aliefyanto MM kepala Badan Pemberdayaan Desa Dan kelurahan Pemkab Kep.Selayar kepada media ini.  Untuk tahun 2013 ini kami menyelenggarakan Pilkades Serempak sebanyak 2 kali. Dimana sebelumnya pada pelaksanaan pertama pada bulan Juni 2013 lalu, telah terlaksana pemilihan serempak di  46 desa yang berada di 11 Kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Selayar (18/6) .  Tercatat 17 desa diantaranya berada di wilayah kecamatan Kepulauan dan 29 di kecamatan daratan dengan pengawasan yang cukup, jelasnya. Selanjutnya untuk pelaksanaan ke 2 ini lebih sedikit dari yang pertama dan  akan berlangsung di 11 desa, termasuk 3 desa diantaranya berada diwilayah kecamatan Kepulauan. Insya Allah akan diselenggarakan serempak pada tanggal 20 Nopember 2013 mendatang

Ahmad Aliefyanto lebih lanjut mengakui bahwa keterbatasan pasti ada dan telah menjadi bahan evaluasi kami dari awal , misalnya sejumlah permasalahan yang diprediksi  kemungkinan muncul pada pelaksanaan pilkades, seperti pada penghitungan suara yang terkadang tidak bisa diterima oleh para peserta calon kepala desa bersama pendukungnya. Ini pengalaman kami pada pelaksanaan pertama lalu, .
"Oleh karena itu, untuk menghindari kemungkinan terjadinya gejolak maka kami terus menerus melakukan monitoring dan komunikasi terhadap panitia pelaksana pilkades tingkat desa sebagai pelaksana yang harus berperan aktif dan bersikap jujur serta bertanggung jawab, sesuai dengan aturan dan prosedur secara normatif serta profesional dalam menjalankan tugasnya."sehingga pelaksanaan berjalan lancar hingga tahapan akhir pilkades jelas Aliefyanto.

Ditempat terpisah, Edi .R aktivis pemerhati pembangunan Selayar dari  FPS yang memang rutin melakukan pantauan dan kajian khusus dalam setiap pesta demokrasi didaerah ini mengatakan bahwa pelaksanaan pilkades masih banyak yang perlu mendapat perhatian, misalnya regulasi terkait domisili  cakades atau data penduduk cakades yang ikut diseleksi  mulai dari panitia tingkat desa hingga tingkat kabupaten, setidaknya tidak menimbulkan protes warga desa yang akan melaksanakan pemilihan. Termasuk perlu adanya aturan praktek jual beli suara atau money politik para calon. setidaknya ada ketegasan atau sebuah regulasi yang mempunyai kekuatah hukum tetap bila tidak diindahkan. Lebih lanjut lagi perlu adanya evaluasi agar potensi yang menimbulkan kerawanan keributan karena produk peraturan daerah yang mengatur masalah itu masih banyak kekurangan. "Oleh karena itu, kami berharap agar semua lembaga pemerintah yang terkait diajak turun dan dapat berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan pilkades aman, damai dan lancar serta jujur pada masa2 yang akan datang"jelas Edi.R yang menambahkan bahwa  gesekan antarwarga pada pelaksanaan pemilihan kepala desa jauh lebih rawan dibanding pemilihan gubernur dan pemilihan legislatif. Karena itu, semua pihak perlu mewaspadai gejolak yang kemungkinan terjadi.
"Potensi ancaman gesekan pada pilkades lebih tinggi daripada pelaksanaan pilgub dan pileg, sehingga semua pihak kami minta mampu menyukseskan agenda pesta demokrasi rakyat di desa," kata Edi (6/11) . (R.1)


Kun dan Tradisi Keaksaraan


Oleh   Mohd. Sabri AR

Verbum Dei: Bermula pada sunyi ke bunyi. 
Lalu suara yang menubuh pada aksara

 Permenungan diskursif tentang manusia primordial—manusia yang mula asal menghuni bumi—telah mengalir deras dalam sebilah garis sejarah yang dingin, selama ribuan tahun. Tiga tungku wiracarita soal manusia pontifex ini pun diluahkan dalam narasi mitos, kitab suci, dan sains. Masing-masing membangun argumen yang ringkih. Tak ada sepakat. Saling menyerang. Satu-satunya yang secara bulat bisa diterima tanpa jejak perselisihan, bahwa manusia ditemukan dalam aksara. Atau, manusia ada dalam dan lahir dari rahim aksara.
Dalam tradisi Islam, “kun!” diyakini sebagai verbum dei: aksara Tuhan yang mengembuskan semesta penciptaan, termasuk penciptaan manusia. Kun, dan bentuknya yang jamak dalam bahasa kehidupan, melukiskan bagaimana sebuah ikhwal bermula ditandai dengan aksara. Tak kurang dari teosof Muslim genial Abad Pertengahan, Ibn ‘Arabi, menulis Syajarat al-Kawn (“pohon kosmik”), sebuah kisah tentang asal-usul semesta yang tumbuh dari benih “kun”. Ibn ‘Arabi mendaku, “kawn” (kosmik) sejatinya berakar dari “kun,” titah Tuhan yang menandai setiap penciptaan: bermula pada sunyi yang mengepung Kemahatunggalan-Nya, lalu Dia mencipta segala sesuatu di-luar-diriNya. Kun, sebab itu, adalah jejak awal seluruh penciptaan.
Aksara, sebagai manifestasi kun yang paling dini, mengandaikan keikutsertaan ide, gagasan, juga imajinasi dan intuisi di tubuhnya. Dengan aksara kita menuangkan gagasan, ide, dan dentuman rindu: aksara dan ide adalah dua paras yang tak bisa diisolasi. Tapi, karena aksara menjadi corong ide, pikir, dan rasa, ia pun menyisakan ruang yang terbelah. Karena berpikir berarti konseptualisasi, definisi, kategorisasi, klasifikasi dan abstraksi. Namun ‘keterbelahan’ aksara bukan sebuah cela yang nista, tapi justru menjadi ruang untuk merayakan kepelbagaian makna.

Aksara dan Baca

Awalnya adalah aksara. Setelah itu, baca. Mungkin inilah yang menandai imperatif Tuhan: Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang mencipta (Qs. 96:1), yang merengkuh Muhammad Sang Tajalli Kamil. Angin musim memeluk tiang-tiang gurun. Gua Hira senyum merangkul Muhammad dalam permenungan panjangnya yang sublim: tak jemu menanti isyarat, meletihkan tapi juga agung. Dari sunyi yang suci, yang misterium- tremendum-fascinosum, sebut Otto, lalu aksara hadir menyapa. Muhammad, yang tak punya kecakapan aksara, yang “ummi,” justeru menerima aksara langit, corpus texere: diminta untuk membacanya, mengejanya berulang-ulang lalu tersimpan kukuh dalam jantung Sang Nabi yang suci. 
Namun ada ikhwal lain. Pembacaan yang patuh terhadap aksara, menyisakan ancaman: jatuhnya seorang ke dalam lembah keseragaman. Sebaliknya, pembacaan yang ‘liar’ dan tak ingin takluk dalam uniformity, dapat menjadi perangkat dasar dalam menjaring makna yang terhampar pada sekujur tata kosmik, perihal diri dan Tuhan. Aktus membaca memang bukan arus yang sepihak, tapi gemuruh: melibatkan persepsi intelek, latar sosio spasio-temporal, imajinasi, emosi, dan juga ego. Karena itu, membaca, adalah arus yang menyatukan banyak soal dalam aku-sadar. Seorang pembaca yang baik adalah seorang yang membiarkan setiap jengkal irama ‘diri’-nya menari bersama aksara: menari dengan sepi yang liar. Paul Ricoeur menyebutnya, la chose de texte.
Dalam mitologi Mesir kuna, Toth dipercayai sebagai sang penemu aksara. Toth memiliki nama yang beragam di sejumlah peradaban antik. Di Persia, ia dikenal dengan nama Hushang, Ukhnuh (Yahudi), Kenokh (Kristen), Idris (Islam), dan Hermes (Yunani). Nama terakhir, punya keterkaitan dengan hermeneutica philosophy, sebuah tradisi filsafat bahasa yang memosikan text sebagai medan penafsiran semesta tanda. Di sana, setiap ikhtiar penyingkapan makna text, menegasikan sikap pretensi benar, dan hasrat pasti benar, menekuk fakta dan imajinasi dalam tafsir tunggal: biarkan nafas dan peluh menjadi tanda, dan Tuhan sebagai penyaksi.
Setiap text—dalam pendakuan Toth—adalah farmakhon yang menangkup dua arti: “racun” dan “obat”. Text menjadi racun, ketika ia menjadi bui dan tak lagi mampu merengkuh lautan makna di balik realitas yang coba dilukiskannya. Text sebagai obat-penawar, karena ia bisa mewariskan makna secara autentik dari generasi ke generasi.
Dalam literasi Islam, penyingkapan makna text suci Al-Qur’an misalnya, mengenal tiga dunia: tarjamah, tafsir, dan ta’wil. Tarjamah, adalah penelusuran makna dengan melihat relasi text-text. Tafsir mengonstruk makna dari serpihan yang tercecer pada relasi text-context. Sementara takwil, mencoba menyelami makna terdalam sebuah teks: inner meaning of the text.
Bahasa, juga bahasa yang dipilih Tuhan, dicipta oleh rongga dan hasrat. Konstruksi verbal tentang Tuhan, juga titahNya, mengalir dalam dunia aksara yang terikat, meskipun bergerak untuk menerobos pelintasan yang tak bertepi.(CP)




Gae Dilarang, Gae Dibagi" Nelayan Ditangkap Karena Melanggar, Lalu Dibebaskan"

Penulis Media Selayar on Rabu, 30 Oktober 2013 | Rabu, Oktober 30, 2013


Saat Ka Balai Taman Nas Takabonerate Memimpin Pertemuan dengan nelayan Takalar yang tertangkap di pasitallu
  Minggu 27 Oktober sekitar 12 unit kapal nelayan pa Gae asal Kab. Takalar ditangkap Polhut (Jagawana) Mereka ditangkap krn pelanggaran aturan perikanan terkait zona larangan penggunaan jaring Gae yg mereka gunakan dalam kawasan Nasional Takabonerate yang memiliki batas zona dan perlindungan hukum. Seratusan nelayan bersama kapalnya kemudian dibawa ke Benteng oleh petugas dikantor tsb pada 28 Oktober 2013. Dihadapan para nelayan tsb, kepala Balai Taman Nasional Takabonerate menjelaskan aturan yang dilanggar termasuk sanksi hukumnya. Semuanya bingung dan semuanya kemudian menggerutu tentang nasib mereka yg harus tertangkap dan melangar hukum sementara diluar sana masih banyak yg lebih dulu beroperasi belum tertangkap. Malah salah seorang dari mereka kemudian bertanya kepada Kepala Balai dan Penyidik Perikanan, bagaimana dengan nelayan gae lainnya Pak, kenapa mereka tidak ditangkap ?. Jawabannya tentu saja enteng, nanti kami pasti akan tangkap. Singkat cerita semua nelayan yg sebelumnya disangka melakukan pelangaran hukum dengan ancaman sanksi pidana denda dan kurungan kemudian dibuatkan pernyataan tidak lagi melakukan operasinya tersebut. Lalu mereka pulang ke kampung halaman setelah tertahan selama sehari semalam. Semuanya kembali berjalan normal termasuk pembayaran pas dan pemabayaran izin bla...bla....bla.....dlm bahasa daerah yg sangat sulit diartikan ke dalam bahasa nasional oleh penulis .

 Dari pantauan media ini sejak puluhan bahkan mencapai seratusan lebih nelayan gae asal Takalar yang tertangkap tersebut dibebaskan kembali ke kampung halaman mereka oleh petugas Balai yang menangkap setelah sebelumnya surat dan kelengkapan kapal Gae mereka yang disita dikembalikan kepada masing masing nakhoda. Menurut seorang Nakhoda bahwa mereka belum sempat beroperasi yang menghasilkan ikan dalam jumlah yang cukup sehingga semua armada mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Ditanya mengenai keberadaan mereka di Pasitallu kecamatan Takabonerate hingga tertangkap petugas Polhut sektor 2 di pulau Pasitallu timur, mereka mengaku dipanggil beroperasi oleh masyarakat pasitallu timur yang sementara membangun mesjidnya. rencananya sebagian daripada hasil selama beroperasi diwilayah tersebut akan dijadikan sebagai dana pembangunan mesjid Pasiotallu timur. Sayang mereka tertangkap dipantai pasitallu timur oleh petugas.

 Sementara itu salah seorang tokoh Masyarakat Pasitallu Timur yang turut dibawa ke kantor Balai Kawasan takabonerate yang juga merupakan kantor jagawana, membenarkan bahwa mereka berani memangil pagae asal Galesong Kab. Takalar karena adanya rencana pembanguanan mesjid yang membutuhkan biaya lebih. Kami hanya melihat ke pulau tetangga di Pasitallu tengah, dimana perekonomian warganya cukup lumayan dan mesjidnya cukup bagus. Kami dengar dan kami saksikan semuanya dari hasil pengelolaan perikanan dikawasan perairan laut pulau pulau di Pasitallu. termasuk kami tahu bahwa mereka cukup lumayan dengan hasil opersi paggae yang menurut kami tidak melangar dan tidak merusak terumbu karang, makanya kami sepakat dengan waga dan perangkat Desa untuk memanggil nelayan gae dari Takalar ini, Eh ternyata kami ditangkap dan disangka melangar aturan perikanan sementara di pulau tetangga semuanya berjalan terus dan tidak ditangkap. Saya bingung Pak, ujarnya kepada Media ini.Untung kami dilepaskan tapiu dilarang memanggil Gae lagi.

 Dari hasil pengembangan informasi terkait nelayan Gae yang tidak dibenarkan oleh petugas dan terancam ditangkap bila mengoperasikan dikawasan Takabonerate, kami mendapat informasi bahwa sejumlah armada Gae yang merupakan bantuan pemerintah kepada nelayan kepulauan Selayar telah siap diluncurkan. tentu saja hal ini membingungkan dan sangat butuh penjelasan. Apalagi terdengar kabar bahwa beberapa armada adalah bantuan Gae ke nelayan yang diketahui berdomisili di dalam kasan Nasional Takabonerate. tentu saja ini akan tertangkap petugas bila dibawa ke pulau mereka dalam kawasan. Lalu kenapa pemerintah yang melarang, pemerintah sendiri malah melakukan pembiaran dengan menggelontorkan bantuan kapal Gae " Heran. (tim)

35 Orang Calon Siap Bertarung Pada Pilkades Serempak Di 11 Desa Se-Kabupaten Kep.Selayar


Peserta Ujian Test Cakades 2013 Menunggu Mulainya Ujian
  Pelaksanaan ujian tertulis (26/10)  45 orang bakal calon kepala desa di 11 desa yang berada di Kabupaten Kepulauan Selayar berlangsung lancar dan aman dengan menggunanakan 2 ruang kelas ujian . Dari 45 orang peserta ujian tertulis yang dinyatakan lolos dengan nilai pekerjaan sesuai standart kelulusan sebanyak 35 orang peserta selanjutnya mengikuti psikotest.
pelaksanaan pilkades di 11 desa se-Kabupaten kepulauan Selayar akan berlangsung pada tanggal 20 Nopember 2013 dimana pelaksanaannya dibawah pengawasan langsung Badan Pemberdayaan Pemerintahan Desa dan kelurahan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. (*)



Tentang Penjarahan Sekarung Emas Batangan Dan Barang Antik DiLokasi BMKT Pulau Pasi Kep.Selayar"

Penulis Media Selayar on Minggu, 06 Oktober 2013 | Minggu, Oktober 06, 2013

Sumber  : Media Online
  Membaca sebuah berita di media online tayangan bulan Agustus 2013 lalu, yang menyebutkan adanya penemuan emas batangan diwilayah perairan laut Kep.Selayar dengan penguatan adanya hasil dokumentasi audio visual yang menurut berita tersebut adalah hasil sitaan oleh pihak terkait. Berikut ini adala petikan dari berita dimedia online tersebut :

" SELAYAR – Wow… temuan harga karun di dasar laut Kepulauan Selayar kembali menjadi temuan. Rumors adanya harta karun ini sudah lama terdengar. Namun jika video yang memperlihatkan sebuah eksplorasi perburuan harta karun ini benar? Cerita harta karung ini rupanya bukan isapan jempol semata.
“Iya, video berdurasi beberapa menit, berisikan penemuan harta karun, berupa logam emas batangan, beredar terbatas di  Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.  Senin  (12/08/2013).
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, video tersebut, diperoleh dari sebuah dinas salah satu instansi pemerintah lokal, yang berhasil disita dari sebuah kapal motor setempat. “Dalam video tersebut, terlihat sejumlah penyelam professional melakukan penyelaman di daerah perairan Selayar, yang lokasinya diperkirakan berada di kawasan Pulau Pasi, Desa Menara Indah, Kecamatan Bontomatene, sekitar 40 kilometer arah utara Kota Benteng, Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dalam video yang disertai foto-foto ini, terlihat sejumlah penyelaman menemukan dan mengangkat puluhan bahkan ratusan batang logam emas batangan, yang dimasukkan ke dalam karung, Selain batangan emas, juga terlihat harta peninggalan benda-benda purbalaka yang diangkat dari dasar laut......"


  Sementara itu disebuah perbincangan warkop C" yang berada diibukota Kabupaten Kepulauan Selayar  antara pengunjungnya (6/1) terdengar oleh tim media ini sedang membincangkan adanya penemuan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) berupa emas batangan telah ditemukan dan pada singkatnya apa yang diobrolkan hampir sama dengan apa yang menjadi isi berita media online diatas.

 Dari hasil pengumpulan informasi media terkait hal ini, terdengar informasi bahwa orang-orang yang melakukan penyelaman sesuai berita onlinhe diatas dan seperti apa yang terdengar diobrolkan oleh warga memang benar adanya. Termasuk bahwa ada rekaman video pada saat penyelaman. Malah dari sumber yang layak dipercaya namun engang ditulis identitasnya menyebutkan bahwa mereka pernah dipanggil oleh pihak berwajib untuk dimintai keterangan termasuk hal ini juga telah diketahui oleh  petugas jagawana". Sumber kemudian membisikkan bahwa ternyata mereka adalah keluarga seorang perwira keamanan" di pusat yang kemudian menghubungi anak buahnya yang bertugas di Selayar sebagai pimpinan juga didaerah untuk tidak melanjutkan proses pengambilan keterangan tersebut "

   Belum ada konfirmasi resmi terkait penemuan harta karun ini. Namun dari hasil permintaan komentar pejabat pemerintah yang juga menangani asset daerah menyebutkan bahwa itu perlu diselamatkan.

  Kabarnya bahwa emas batangan yang ditemukan ditempatkan dalam sebuah karung penuh. Belum lagi dengan yang tidak dlihat .

 Hingga saat ini beberapa tempat yang merupakan lokasi BMKT diwilayah Kabupaten kepulauan Selayar yang perkiraan masih ada harta karun dan barang antik diantaranya di pantai sangkulu-kulu Kecamatan Bontosikuyu dibiarkan tidak terjaga. Malah ada informasi bahwa semua titik telah dijarah tanpa terlihat secara jelas bagaimana keterlibatan pemerintah dan pihak pihak lainnya dalam menjaga kekayaan negara tersebut. Apalagi  kemudian bila informasi dan semua penuturan nara sumber serta obrolan warga serta pemberitaan media online diatas itu benar adanya maka perlu penindakan terhadap mereka yang melakukan penjarahan dan tindakan tegas terhadap mereka yang melakukan pembiaran terjadinya penjarahan.(tim)

H.Ince Langke: Bukan Istirahat Mengabdi Tapi Pulang Kampung Biar Lebih Dekat Orang Selayar

Penulis Media Selayar on Jumat, 04 Oktober 2013 | Jumat, Oktober 04, 2013



  Dilansir dari Koran Rakyat Sulsel pada edisi 01/Oktober/2013 21:27 bahwa Anggota DPRD Sulsel Ince Langke tak nyaleg lagi pada Pemilihan Legislatif 2014 mendatang. Ince lebih memilih untuk fokus menyiapkan diri maju ketiga kalinya di Pilkada Selayar 2015 mendatang ternyata menuai banyak komentar dan tanggapan publik Selayar khususnya mereka pemerhati pembangunan. Ada juga yang kemudian masih ragu dan bertanya tanya kenapa beliau tidak maju padahal beliau adalah politisi paling matang  dipentas politik Sulsel dari Selayar. Ada yang menyayangkan ada juga yang menyambut baik dengan argumentasi singkat bahwa mungkin beliau punya niat selanjutnya untuk mengabdi penuh di tanah kelahirannya Selayar ini. 
 Pak Haji Ince kerap belaiu disapa dalam penjelasannya kepada Rakyat Sulsel seperti terlansir : “Saya sudah cukup lama di DPR, sudah 27 tahun. Sudah saatnya saya berganti haluan. Jadi bukan istirahat mengabdi tapi saya akan berhitung ulang pada sektor mana pengabdian saya berlanjut,” kata Ince, di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (1/10).
Ince menjelaskan, saat ini dirinya hanya sibuk menghabiskan sisa masa jabatannya di DPRD dengan sebaik-baiknya. Yakni memperjuangkan kepentingan konstituennya sebaik mungkin.
“Dan setelah selesai jabatan (di DPR) saya akan pulang kampung untuk kembali menyertai rakyat Selayar mewujudkan mimpi besarnya, yakni Selayar harus menjadi surga di tengah laut. Ini yang jadi impian semua orang Selayar,” paparnya.
lebih lanjut dilansir dari koran tersebut
Ince sendiri sudah dua kali maju di Pilkada Selayar dan kalah. Yakni pada tahun 2005 dan tahun 2010 lalu. Untuk Pilkada Selayar 2015 mendatang, Ince optimis tidak akan mengalami nasib sama seperti dahulu. Dia cukup yakin bisa menang, terlebih dengan tidak adanya lagi calon incumbent.
 Sementara itu dimintai komentar terkait hal ini Andi Raman (32) warga Benteng disela-sela aktivitasnya sebagai pedagang pasar dengan bersemangat menjelaskan bahwa sudah saatnya masyarakat Kep.Selayar ini memberikan kepercayaan kepada Pak Haji Ince untuk membuktikan niatnya memberikan perubahan dalam pembangunan di Tanadoang. "pinruammi ajjanji lalapaka bajiki Silajaratta, mari kita beri kesempatan untuk lapabuktiangki. Yakinga karena beliau sudah lama malang melintang,berpengalaman dipentas politik dan pemerintahan serta organisasi di Sulsel ini, masak membangun Selayarta tidak bisa " Andai sanging daana toyya ricarita nampa manna ditte ternyata nugele tonjuangki rukrulu" singkatnya dalam bahasa daerah Selayar kepada Mci
 Selain Andi Raman ada beberapa komentar lain yang nadanya hampir sama berupa wujud dukungan moral dan ajakan kepada warga Kepulauan Selayar untuk sepakat memberikan ruang untuk memilih Pak H.Ince Langke IA sebagai pemimpin baru Bumi Tanadoang Selayar dalam  pilkada 2015 yang akan datang. (LO2)

Oknum Petugas Bandara Aroepala Selayar Cegat Wartawan"

Penulis Media Selayar on Rabu, 19 Juni 2013 | Rabu, Juni 19, 2013

Seorang pekerja pers di Kabupaten Kepulauan Selayar merasa terpukul  pada  (16/6) pagi saat bermaksud meliput kedatangan Piala Adipura di Bandara Aroepala Selayar. Pasalnya saat bermaksud memasuki terminal kedatangan mengikuti para penjemput lainnya dari jajaran Pemkab dan sejumlah elemen yang ikut menjemput kebangaan orang Selayar tersebut, tiba tiba tidak dibiarkan masuk oleh penjaga pintu masuk terminal kedatangan, hal ini terjadi dihadapan pejabat bandara, pejabat Selayar dan beberapa petugas polisi serta rekan-rekannya wartawan. Sontak suasananya berubah dan dengan alasan klasik sebagi daerah otorita serta alasan kemanan maka petugas tersebut melarang pekerja Pers tersebut masuk " untuk wartwawan yang dibiarkan masuk sudah terdaftar Pak" ujar petugas bandara kepada wartawan yang terdengar oleh peliput media ini. Fadly sebagai seorang wartawan sontak menunjukkan identitas dan memperkenalkan diri namun tetap ditahan. Hal ini menurut Fadly sebenarnya telah menghalangi tugasnya sebagi seorang peliput.

Fadly Syarif kemudian menjelaskan kepada Media Selayar bahwa Kronologis kejadian bermula dari ulah over protektif oknum security bandar udara yang tiba-tiba saja menyikut dan mendorong salah seorang journalis yang mencoba memasuki pintu ruang terminal kedatangan penumpang tempat dipusatkannya acara penyambutan piala adipura hari itu. Mau ke mana boss ?, tanya sang oknum security dengan nada kasar ke arah wartawan bersangkutan.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, journalis yang menjadi korban ulah over protektif sang oknum security, kembali mendekat ke arah pintu ruang terminal kedatangan penumpang dan memperingati oknum security bersangkutan yang secara terang-terangan telah melabrak  Bab VIII Ketentuan Pidana Pasal 18 ayat 1 dan 2 UU Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Dimana, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan  yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat  (2) dan ayat (3) Tentang Kemerdekaan pers yang dijamin sebagai hak asasi warga negara dan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, serta menyebarluaskan gagasan dan informasi.
Selain itu, Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan
mempunyai Hak Tolak. Maka barang siapa yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan pelanggaran atas ketentuan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau  denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
Parahnya lagi, karena upaya peringatan tersebut sama sekali tidak diindahkan oleh oknum security bersangkutan. Malah sebaliknya, dia balik membentak wartawan yang mencoba memperingatinya sembari berucap, jangan marah-marah begitu, karena saya hanya menjalankan perintah berdasarkan otoritas bandara, kilah sang oknum security.
Insident penolakan kekerasan terhadap kemerdekaan pers dengan cara meletakkan id card, camera dan tas laptop pun terpaksa dilakukan sang wartawan dihadapan ratusan orang rombongan tim penjemput piala adipura, aparat bandar udara dan petugas pengamanan gabungan dari Mako Polres Kepulauan Selayar, Polsek Benteng, serta personil Satuan Polisi Pamong Praja yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Insident tersebut tidak sempat berlangsung lama. Karena Kapolsek Benteng, AKP. Ramli RA bersama jajaran langsung datang dan mengendalikan situasi dengan mengamankan wartawan yang melakukan aksi penolakan terhadap ulah sang oknum security bandara yang dinilai banyak pihak terkesan over protektif.
Tak hanya wartawan yang diusir sang security, aparat intel kepolisian yang sementara bertugas di dalam areal terminal kedatangan pun sempat diusir keluar dari pintu. Sayang sekali, karena wartawan lain yang berada di dalam area bandara tidak ikut diusir keluar, termasuk para penari dan staf humas pemkab.
Kekeruhan suasana baru berakhir, setelah wartawan yang dihadang sang oknum security menderingkan telefon kepada Wakapolres Kepulauan Selayar, Kompol Rahmad Hidayat, SE dan mengadukan perihal kejadian penghadangan tersebut.
Tak berselang lama kemudian, Kompo Rahmad Hidayat, SE memberikan sinyal perintah agar security memberikan kelonggaran kepada wartawan bersangkutan untuk masuk ke ruang terminal kedatangan penumpang.
Namun peristiwa ini tidak berakhir sampai di situ saja, sekembalinya ke kota Benteng sang wartawan yang menjadi korban pencegatan, langsung melaporkan secara resmi tindakan pencegatan yang dilakukan sang oknum security ke ruang SPK Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. (*)      

Hasil Pantauan Hitung Cepat Suara Pilkades Serempak Selayar 2013


Beginilah Kondisi Dan Suasana Perhitungan Di Desa maharayya Kec.Bontomatene
 Sebanyak 152 orang calon kepala desa hari ini kemudian  dipilih oleh  pemilih di 46 desa  di 11 kecamatan se-Kabupaten kep.Selayar.  Sejak pagi Selasa  pagi 18/6 terpantau  warga di 46 desa pelaksana pilkades tampak antusias melaksanakan pemilihan pimpinan desa mereka > Selanjutnya pada siang hari sesaat setelah pemilihan berjalan kemudian hujan mengguyur wilayah Selayar. Namun demikian pelaksanaan pemilihan kepala desa tetap berjalan aman dan lancar.
  Berikut nama nama calon kepala desa yang memperol;eh suara terbanyak  dan data ini merupakan  hasil laporan tim pantau pilkades dari FPS yang diserahkan kepada redaksi pada sore harinya dimana tertera dalam daftar bahwa sebagian nama nama yang tercantum adalah informasi cepat dan bukan merupakan hasil pilkades  yang ditetapkan namun merupakan hasil pantauan perhitungan suara pemilihan kepala desa  versi reportase dan Tim FPS dari wilayah masing-masing .

Kecamatan Pasimarannu .
Desa Bonerate ; M. Arsyad M
Desa  Batu Bingkung : Abdullah.
Desa Majapahit  : Ibrahim
Desa Lambego : Mashudin
Desa Bonea : Supriadi

Kecamatan Pasilambena
Desa Lembang Matene : Muh.Safri
Desa Kalaotoa : Dahlan
Desa Garaupa :
Desa Karumpa :

Kecamatan  Takabonerate 
Desa  Kayuadi : Muhtar Side
Desa Rajuni : (sementara)

Kecamatan  Pasimasunggu/Pasimasungu Timur
Desa Kambang Ragi : Muh.Ikbal
Desa Tanamalala          : Masdar
Desa Bontobaru          : Demma Limbo

Kecamatan B u k i
Desa Bontolempangan                : Jamaluddin
Desa Buki          : Muh.Said
Desa Kohala : Abd. Rahman
Lalang Bata : Riswandi (Baso Intang)

Kecamatan Bontomanai.
Desa Jambuiya :Andi Alanag
Desa Barugaiya : A.Thamrin
Desa Polebunging : Abd Madjid
Desa Bonea Timur : Andi Amir
Desa Mare Mare  : A.Rahman
Desa Bontomarannu : Ramli
Desa Bonea Makmur         : Salim

Keca matan Bontomatene
Desa Pamatata : Halim
Desa Tanete : Iskandar
Desa Desa Bungaiya : Alimudin
Desa Kayu Bau : Daeng mangahu
Desa Bontona Saluk : Densi Bombang
Desa Maharayya  :Andi Rahman
Desa :….

Kecamatan Bontosikuyu
Desa Appatanah : Syamsul
Desa Lowa : Muh.Arsyad
Desa Lantibongang : Baso Daeng
Desa Binanga Sumbaia : Syafrudin
DesaTambolongang :  Makkawaru
Desa Polassi : Tajang
Desa Layolo       : Suparman
Desa harapan : Nur Hasli
Desa Patikarya : Hikmatullah
Desa Patilereng : Saharudin kadir

Kecamatan Bontoharu
Desa Bontolebang : Muh Arsyad
Desa kahu Kahu         : Amirudin
Desa :



(data dan kelengkapan nama para cakades yang unggul diatas sementara dalam pemutakhiran, mohon maaf bila terjadi  kesalahan penulisan akan segera kami benarkan setelah data kami lengkapi untuk tayangan kesempatan berikutnya)

ARSIP BERITA MEDIA SELAYAR

TRANS MEDIA GROUP

Pemuda Adalah Kekuatan

DPD  K N P I

Dapatkan Makassar News Di Selayar

Makassar-News

PPP

PKB

PARTAI HANURA

Hanura

The Manuscript Collection Being Alert Data And News From Cyberspace

Koran Harian Rakyat Sulsel

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 20 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend@yahoo.com-
CP-085 342 70 70 70-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
ANNIVERSARY-14 Th C-FM - 14 DESEMBER 2013--SEMUA UNTUK SELAYAR