REDAKSI MC-I DAN ADMIN BLOG INI MEMINTA MAAF ATAS TIDAK LANCARNYA UP-DATE INFORMASIPADA BLOG MEDIA SELAYAR INI. KIRIMKAN TERUS INFORMASI, KEJADIAN DAN BENCANA YANG TERJADI DISEKITAR ANDA MELALUI LAYANAN SMS ELSHINTA 081 180 6543 KIRIMKAN UCAPAN SELAMAT HARI JADI SELAYAR KE LAYANAN SMS 081241927000

TOP THIS BLOG

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Nasional Mengucapkan :

KADIS PENDIDIKAN NASIONAL,AJI SUMARNO SSTP.MM DAN NY.RATNAWATI.S . Diberdayakan oleh Blogger.
Lisensi Creative Commons
Media Selayar oleh Redaksi MC-I disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 3.0 Tanpa Adaptasi.
Berdasarkan ciptaan pada http://radiocontrend.blogspot.com.
Izin di luar dari ruang lingkup lisensi ini dapat tersedia pada Google ,Yahoo, Bing. I heart Validator

Latest Post

Media Selayar

Semua Untuk Selayar

Syahbandar Kabupaten Bulukumba Tak Toleransi Kapal Tanpa Dokumen

Penulis Media Selayar on Senin, 15 Desember 2014 | Senin, Desember 15, 2014

Pihak Syahbandar Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tidak memberi toleransi bagi perahu yang tidak emiliki izin berlayar.



Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SyahbandarBulukumba, Muh Asfar. Dia mengatakan bahwa saat ini banyak perahu yang tidak diizinkan berlayar karena mereka tidak dilengkapi dokumen.



m” Makanya mereka nelayan dan pengusaha harus melengkapi dokumen mereka sebelum berlayar, karena kami tidak main-main jika dokumen kapal tidak lengkap maka tidak diizinkan,” kata Safar, Senin (24/11/2014). (*)


Kapolres Kep.Selayar Janji Tindak Tegas Anggotanya Yang Terlibat Dan Tanggung Pengobatan Tenri Di Rumkit.

Penulis Media Selayar on Jumat, 12 Desember 2014 | Jumat, Desember 12, 2014


   Menindak lanjuti kedatangan orang tua Tenri yang menjadi korban penganiayaan dan diduga pelakunya adalah anggota Polisi di Kepulaun Selayar, Kapolres Akbp.Moh.Hidayat , langsung menerima kedatangan ibu Rahma orang tua Tenri. Ibu Rahma kepada Kapolres menceritakan kondisi anaknya sepulang tadi pagi dalam keadaan bengkak dan memar pada sebagian wajah serta luka gores pada matanya. Ibu Rahma juga melaporkan kepada Kapolres Kepulaun Selayar bahwa masih dirawat di Rsud Kep.Selayar namun bila memungkinkan maka sepulang dari Mapolres akan mengupayakan pulang bila memungkinka.n. Dihadapan Kapolres Rahma meminta tanggungjawab karena anaknya dipukuli pada malam Jumat .oleh anggota Polisi, namun saat ditanya oleh siapakah pelaku pemukulan dan siapakah saksi pemukulan ibu Rahma tidak menjawab, Sehingga disimpulkan menunggu Tenri sehat dan menunjuk orang yang menganiayanya. Terkait hal itu, Kapolres dalam rekaman suaranya sangat jelas berjanji akan mencari tahu dan berjanji akan menindak secara tegas anggotanya. Bila benar kelakuan seperti itu, maka sudah tidak benar adanya. Pasalnya menurut Kapolres Kep.Selayar hampir dua tahun ini, bahwa kita di Kepolisian dituntut untuk melaksanakan tugas yang dapat mengharumkan nama institusi tapi bila ada anggotanya yang seperti itu maka sama saja mempermalukan intitusi Kepolisian. Saya janji akan memberikan tindakan dan sangsi bila sudah saya tahu pelakunya sambil memerintahkan kepada anggotanya untuk melihat kondisi Tenri di RSUD Kep.Selayar dan menyatakan bahwa semua biaya yangditimbulkan selama Tenri dirumah sakit menjadi tanggungan penuh Kapolres Kepulauan Selayar.

Sesaat sebelum pisah dengan Ibu Rahma orang tua korban penganiayaan, Kapolres juga memberi bantuan kepada Keluarga Tenri dan diterima Rahma dengan berterima kasih disaksikan oleh sejumlah anggota Polres Kep.Selayar dan Kontributor Media Selayar. (@)

Tegang TNI Dan Polisi Di Kabupaten Kepulauan Selayar


 Hingga malam ini kejadian perkelahian dan pemukulan terhadap seorang anggota TNI dari Gorontalo yang cuti ke Kabupaten Kepulauan Selayar masih ramai menjadi bahan obrolan. Malah ada selintingan informasi bahwa sejumlah anggota Polres Kepulauan Selayar disiagakan untuk menjaga Mapolres yang katanya berjaga jaga jangan sampai ada anggota Kodim Kep.Selayar yang dendam dan masih marah karena kejadian perkelahian kemarin.

Menurut sumber diMapolres bahwa memang ada tiga orang anggota Polres Kep.Selayar yang diamankan ditahanan Polres Kep.Selayar atas perintah Wakapolres karena diduga terlibat perkelahian atau penganiayaan terhadap anggota TNI Gorontalo yang cuti ke kampungnya di Selayar .

Menurut Kapolres disela-sela menerima pengaduan seorang ibu yang anaknya diduga dianiaya oleh anggota, menjelaskan  kejadian perkelahian antara anggotanya di Polres Kep.Selayar dan anggota TNI dari Gorontalo  dan terekam oleh kontributor Media ini menuturkan bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran akan dikenai sangsi hukum termasuk anggota saya yang ditahan karena dilaporkan melakukan penganiayaan.Secara tegas Kapolres menentang kelakuan kelakuan pemukulan dan menyatakan bukannya zamannya lagi seperti itu. Kapolres Kep.Selayar juga menyebutkan bahwa dirinya telah menerima telepon dari Kapolda Sulsel terkait hal ini.

Masih terus berlangsung pantauan media terkait ketegangan tersebut. (@)

Diduga Sejumlah Oknum Anggota Polres" Kep.Selayar Terlibat Aniaya Tenri

illustrasi
  Mengetahui dirinya kepergok petugas mengendarai motor  boncengan  tiga  orang  dijalan Ahmad Yani Benteng Kepulauan Selayar  pada Kamis malam  (11/12) A.Tenri langsung tancap  gas hingga dan menurunkan temannya ditempat yang  aman tak dilihat oleh petugas yang mengejarnya. Selang berapa saat kemudian  petugas  berhasil menyusulnya dan menggiringnya ke Mapolres Kep.Selayar pada tengah malam tersebut.  Saat sampai  didepan  mapolres  A.Tenri kemudian langsung ditanyai  oleh petugas lain bukan yang menggiringny. Belum sempat menjawab  tiba-tiba A Tenri menerima kiriman pukulan diwajah bagian kanan dan kemudian seorang lagi menendangnya. Sehingga dirinya terjatuh. Saya berusaha mengeak dan meminta tolong jangan pukul kepala saya tapi  percuma, saya tidak diberi kesempatan bicara dan menjawab apa yang mereka tanyakan.  Ditanya mengenai apa yang ditanyakan sambil memukul, A.Tenri tidak berkomentar dan dirinya disebut melawan petugas karena lari saat  ditegur berbopncengan tiga orang dengan rekannya yang minta tolong dibonceng mau pulang.  Memang saya salah Pak, tapi tolong saya jangan dipukul, teriaknya saat dihujani pukulan dan tendangan oleh oknum petugas yang diantaranya berbaju dinas. Mungkin sekitar delapan orang yang malam itu ikut menganiaya saya, jelasnya kepada Media ini saat ditemui di RSUD Kep.Selayar
Lebih lanjut A.Tenri  diketahui diinapkan di Mapolres semalam  dan paginya Jumat baru diketahui keluarganya yang kemudian  langsung membawanya ke rumah sakit karena pada bagian mata kanan A.Tenri  terlihat ada noktah darah  sementara pada bagian lain wajahnya lebam dan bengkak . Khawatir akan luka dalam, keluarganya minta  tenaga medis di Rsud memeriksanya secara  mendetail. Mengenai bagaimana sikap keluarga akan kejadian yang menimpa anaknya, Ibu  Rahma menyatakan bahwa biar anak saya pastikan sehat dulu, Kami hanya berharap sekiranya kami menempuh jalur hokum maka tentu saja sebagai orang  awan meminta keadilan  dan kepada pimpinan Polisi di Kepulauan Selayar agar member sangsi kepada anggotanya yang terlibat.  Selanjutnya Ibu Rahma menuturkan bahwa kalaupun anak saya salah atau ada pelanggaran ka nada hokum yang mengatur, bukan malah harus dipukuli dan di injak injak.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah Tenri akan dirawat inap atau  bisa dirawat jalan. Tenri masih dirawat intensif .
Sementara itu, menurut sumber diMapolres Selayar  menuturkan saat dihubungi bahwa pada saat kejadian  Tenri naik motor dalam keadaan berbau miras dan berboncengan tiga. Kemudian  saat ditegur untuk berhenti, malah melarikan diri yang membuat anggota polres curiga. Ditanya menyangkut penganiayaan yang dialami setelah dibawa ke Mapolres, sumber tidak mau berkomentar.  Sumber lebih lanjut menjelaskan bahwa Tenri tidak ditahan tapi hanya diinapkan bersama anggota jaga lainnya hingga paginya baru pulang. (LO2)

Illegal Fishing Di P.Jinato Takabonerate Selayar Kembali Telan Korban

Penulis Media Selayar on Kamis, 11 Desember 2014 | Kamis, Desember 11, 2014

Jejeran Perahu Nelayan Penyelam Istirahat Pasca Kejadian AN
 Informasi terakhir yang diterima bahwa AN nelayan warga Pulau Jinato kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar yang nyaris merenggang nyawa Rabu (10/12) karena kram pada pembuluh darah akibat menyelam memburu ikan hidup dalam kawasan terlindungi, akan dibawa ke Kabupaten Bone untuk diobati.

Informasi lain yang diterima dari seorang sumber di P.Jinato menyampaikan bahwa AN sengaja dibawa kabur oleh keluarga atas permintaan Bos yang khawatir akan tercium petugas. Malah dari penuturan Sumber, bahwa Bos juga ikut mengantar AN malam itu sekitar pukul 02 00 Wita dan terlihat sangat tergesa gesa karena paranoid ketakutan setelah mendapat telepon dari seseorang yang menurutnya bahwa kejadian ini telah diketahui petugas Benteng. Kelabakan atasapa yang terjadi tentu saja merupakan gambaran bahwa apa yang terjadi itu tidak lepas dari sebuah kelakuan yang salah, mungkin, jelas sumber mengakhiri komunikasinya.

Sementera itu,Kapolres Kep. Selayar  Akbp.Moh.Hidayat, melalui akun twitter pribadinya menulis kepada akun media ini bahwa sementara musim cuaca buruk dilaut Kep.Selayar, sehingga perlu mempertimbangkan skala prioritas dalam penanganan illegal fishing di wilayah kepulauan. Namun hal tersebut telah menjadi pantauan dan pengamatan oleh pihak Kepolisian. Dimana sebelumnya Kapolres juga menulis balasan ke akun media ini bahwa selain Kepolisian kan ada juga petugas dari Ppns Perikanan untuk penanganan illegal fishing.

Naas yang menimpa AN saat menyelam diduga sementara melakukan kegiatan illegal, berupa penangkapan ikan hidup dengan bahan kimia dan dugaan melakukan aktivitas pengambilan hasil laut lainnya seperti teripang koro dan lobster  dalam kawasan zona  terlindungi di Taman Nasional Takabonerate Kepulauan Selayar  membuktikan bahwa memang masih ada aktifitas illegal yang perlu mendapat perhatian pihak berwajib. Setidaknya akan muncul sebuah pertanyaan yang jawabannya mengarah kepada kebaikan. Pertanyaannya adalah, kemana petugas yang ditugaskan di  pulau Jinato. Termasuk adanya pos khusus  Polisi kehutanan dan Jagawana berdiri di Pulau Jinato yang dinilai tidak memberikan nilai pengawasan terhadap kegiatan masyarakat di Kawasan Nasional Takabonerate agar terhindar dari bahaya yang diakibatkan oleh pekerjaan mereka melakukan penangkapan ikan diduga secara illegal. Seharusnya para petugas harus melarang dan memperingati serta memberi sangsi bila nelayan tidak mengindahkan. Lalu pertanyaan terakhir adalah mana pemerintah desa Jinato. Mana Tripika dan mana perangkat desanya. Ini yang kemudian akan menjadi sebuah pertanyaan oleh publik. Apakah bukan hal seperti ini yang disebut pembiaran aparat. Bukankah ada sangsi bila mengetahui sebuah kejadian yang merupakan pelanggaran hukum lalu tidak melaporkan kepada yang berwajib adalah sebuah pelanggaran juga ? Lantas apa sangsi untuk mereka para abdi negara dan abdi masyarakat tersebut.

Menyangkut adanya issu miring mengenai adanya pungutan terhadap nelayan penyelam Jinato yang disetor oleh masing-masing punggawa penyelam saat menerima nota pembayaran dari Bos, memang santer dibenarkan oleh warga Jinato yang dimintai keterangan. Bahwa jatah dipotong dan dikumpul oleg Bos dari masing masing punggawa setiap turpo atau musim operasi. Bos yang mengatur dan mengirm kepada masing masing penerima jatah. Termasuk Bos siap setiapn saatsaat ada permintaan bantuan dari mitra liar tersebut.

Ardi Rahman, Koordinator Divisi Anti Suap FPS menegaskan bahwa sejumlah nama yang terlibat menerima bagian jatah dari Bos sudah dikantongi,namun tidak bisa serta merta dikeluarkan ke publik atau dilaporkan ke atasannya, masalahnya adalah bukti yang sangat sulit, kecuali bila memang semuanya jujur seratus persen pasti mengakui telah teribat atau pernah menerima kiriman jatah dari Bos. Tapi ada juga yang berhasil kami rekam suara, rekam rekening dan rekam kamera hp. Tunggu saja kalau memang serius mau hentikan illegal fishing baru kita ikut mendukung, semua akan tiba waktunya, tegasnya.

Bupati Kepulauan Selayar Drs. H.Syahrir Wahab MM saat dikonfirmasi melalui ponsel mengaku baru mengetahui bahwa marak lagi pembiusan di Desa Jinato. Saya sudah gembira bahwa kegiatan Illegal Fishing semakin dapat ditekan. Ini dari laporan ke saya. Mengenai kejadian dan masih maraknya kegiatan illegal di Desa Jinato, Bupati akan memanggil Kades Jinato terkait hal ini. (tim)

Fotocopy Ijazah Saripuddin Korban Kapal Oryong 501 Diambil

Penulis Media Selayar on Rabu, 10 Desember 2014 | Rabu, Desember 10, 2014


 Tim Biddokes Polda Sulsel bersama Kementrian Luar Negeri RI mengambil fotokopy ijazah korban kapal tenggelam, Saripuddin di kediaman isterinya, Sumi Harniaty yang tinggal bersama 2 anaknya di Galung Pariagan Selatan Kec. Bontosikuyu Kepulauan Selayar

Fotocopy ijazah diambil untuk keperluan sidik jari. Selain itu, tim juga mengambil foto korban yang kelihatan giginya untuk odontogram sera sampel DNA dari ayah, ibu, isteri dan kedua anak korban. Sampel DNA diambil dengan bocalswab yaitu apusan pipi bagian dalam.

Pengambilan sampel oleh tim atas koordinasi Komite Nasional DVI Indonesia dengan Kemenlu RI. Tim Kemenlu RI bersama Tim DVI Regional Timur. Tindakan pengambilan sampel untuk DNA tersebut oleh Tim DVI Regional Timur atas  perintah Kabiddokkes Polda Sulsel selaku ketua DVI regional Timur KBP, dr. Umar Shahab. (@)

Aty D Academy Perkenalkan Kepulauan Selayar

 Aty merupakan satu-satunya asal Kepulauan Selayar, Makassar, Sulawesi Selatan yang berhasil bertahan dalam ajang tersebut. Dari situlah para warga pulau itu beranggapan bahwa Aty membuat harum nama Kepulauan Selayar.
Seperti diketahui, sebelum tampil di babak konser kemenangan Aty pulang ke kampung halamannya untuk meminta dukungan langsung. Ia beberapa kali diberi penghargaan oleh masyarakat di sana karena membuat bangga nama pulau tersebut.
"Besok aku mau ketemu sama masyarakat Selayar di Lubang Buaya (Jakarta Timur), aku mau dikasih penghargaan, tapi masih belum tau penghargaan apa," ucap Aty D'Academy di Studio 5 Indosiar, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat(13/6/2014) malam.
Rencananya Aty akan diberikan penghargaan secara langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif SH dan mantan Menteri BUMN Tanri Abeng. "Masyarakat Selayar mengirimkan langsung undangan ke Indosiar, supaya aku bisa menemui mereka di sana, lagi pula besok kan aku nggak ada kesibukan," tambahnya.
Aty sendiri merasa bangga bisa mengharumkan nama kota kelahirannya tersebut. "Sebelumnya kan memang banyak yang tidak mengenal Selayar, padahal alamnya bagus, lautnya juga bagus untuk menyelam," tuturnya.
Sebelumnya, biduan yang terkenal humoris ini telah dinobatkan menjadi Duta Pariwisata Kepulauan Selayar. Selain itu, Aty juga kini diberi mandat sebagai Duta Keselamatan Berlalulintas di tempat kelahirannya itu. (@)


Penangkapan Ikan Hidup Yang Diduga Menggunakan Bahan Kimia Di Pulau Jinato Belum Dapat Dihentikan

Penulis Media Selayar on Selasa, 09 Desember 2014 | Selasa, Desember 09, 2014

Gambar diambil saat loading dikeramba H.Neng Jinato Bln  Maret 2014 Lalu
 Penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bahan kimia didalam kawasan Nasional Takabonerate yang merupakan kawasan dilindungi oleh negara masih terus berlangsung. Belum ada tanda-tanda bisa dihentikan oleh para petugas pengawasan dikawasan tersebut. Sentra kegiatan illegal fishing masih didominasi oleh para nelayan penangkap ikan  hidup dengan bahan kimia dari Pulau Jinato yang terkesan kebal hukum. Malah kegiatannya berlangsung dihadapan publik dan jajaran tripides setempat. Malahan loading atau bongkar angkut hasil illegal fishing berangsung didepan sebuah pos pengawas poisi kehutanan dan Jagawana, namun sepertinya terkesan dibiarkan saja, hal ini juga dibenarkan oleh seorang tokoh masyarakat Jinato Ahmad yang sangat menyayangkan hal ini berlarut larut. Malah peru diketahui dari dataembaga swadaya masyarakat yang memantau kegiatan nelayan di pulau Jinato menyebutkan bahwa sebagian besar dari para pelaku pembius ikan dan pembom ikan di daerah ini adalah keuarga dari kepala desa saat ini sehingga betapa riskannya keadaan. Ditambah lagi dengan tidak aktifnya sistem pengawasan yang diterapkan oleh para aparat negara di kawasan nasional Takabonerate.
 Sementara itu Ketua FPS yang dimintai komentar terkait hal ini menegaskan bahwa semua yang merupakan sebuah pelanggaran diwilayah kabupaten Kepulauan Selayar adalah kewajiban Pihak kepolisian untuk segera menghentikan kalau perlu melakukan penangkapan terhadap para otak dari perbuatan melanggar pidana tersebut. Ketua FPS menyebutkan bahwa bia terjadi pembiaran maka upaya hukum harus segera diambil, kalau perlu kita coba antar ini dalam sebuah aksi menentang apa yang mereka akukan baik itu pelaku maupun yang membiarkan peaku beraksi.

 Bupati Kepulauan Selayar beberapa saat yang lalu saat disampaikan hal ini langsung menghubungi kantor Jagawana dan Polhut seanjutnya memberikan arahan atas adanya informasi tersebut namun sampai saat ini belum ada tanda tanda akan bisa dihentikan. (R01)

Puting Beliung Terjang Pemukiman Warga Benteng Jampea Kepulauan Selayar

(Ills)

Warga Benteng Jampea Kecamatan Pasimasunggu dikagetkan dengan tiupan angin kencang yang kemudian berubah menjadi puting beliung hingga menerjang pemukiman warga, akibatnya empat puluh lebih rumah rusak, sebelas diantaranya rusak parah akibat dihantam angin puting beliung sekitar pukul 14.30 Wita. Camat Pasimasunggu Tauhid menjelaskan kepada Media Selayar bahwa pemerintah Kecamatan dibantu warga dan aparat memberikan bantuan perbaikan rumah kepada korban. Sementara yang rumahnya rusak berat diungsikan dulu ke rumah warga lainnya. Hingga berita ini ditulis belum ada perkembangan informasi mengenai korban jiwa dan luka-luka akibat bencana tersebut. (R01)

Pemkab Kep.Selayar Turunkan Tim Pemantau Tes CPNS 2014

Penulis Media Selayar on Senin, 08 Desember 2014 | Senin, Desember 08, 2014

 Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Selayar DR. H. Zainuddin, S.H., M.H bersama Ketua DPRD Kepulauan Selayar Ir. Arifin Daeng Marola dan Kepala BKD Drs. H. Basok Lewa melakukan pemantauan dihari pertama pelaksanaan ujian seleksi CPNS, Senin (8/12/2014) pagi. Lokasi pelaksanaan tes CPNS menggunakan 3 Sekolah yakni SMPN 1 Benteng, SMAN 1 Benteng serta SMKN 1 Benteng.
Dari hasil pantauannya, Sekkab mengatakan umumnya pelaksanaan ujian seleksi CPNS berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Dikatakan pelaksanaan Ujian CPNS dilaksanakan sampai dengan tanggal 14 Desember mendatang, dengan total peserta sebanyak 2.411 orang. Sementara Formasi CPNS untuk Kabupaten Kepulauan Selayar hanya 90 orang.
Ditanya tentang Calon Pegawai Negeri Sipil yang diprioritaskan, Sekkab menanggapi bahwa tidak ada yang diprioritaskan, tetapi berdasarkan hasil ujian peserta. Olehnya itu Sekkab H. Zainuddin menyambut baik terkait dengan pelaksanaan tes CPNS tahun ini yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT).
“dengan penerapan metode ini mengajak kita untuk lebih jujur dan lebih adil tanpa ada kecurangan. Hasilnya dapat kita lihat langsung dilayar monitor yang disiapkan panitia. Bahkan lebih dari itu saya sering mengatakan inilah jalan yang diberikan untuk menuju ke surga”, ucap Sekkab.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. H. Basok Lewa dalam keterangannya mengatakan, untuk penerimaan CPNS tahun ini, ada nilai ambang batas tes kompetensi dasar seleksi CPNS. Kriteria nilai ambang batas dimaksud adalah 72 % dari nilai maksimal tes karakteristik pribadi nilai ambang batas 126. Sementara 50 % dari nilai maksimal tes intelegensia umum nilai ambang batas 75, serta 40 % dari nilai maksimal tes wawasan kebangsaan nilai ambang batas 70.
“itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014, Tentang Nilai Ambang Batas Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS Tahun 2014” kata Basok Lewa. (IM/Humas)


Ince Langke : Saya Punya Cita-Cita Besar Untuk Tanadoang Tercinta

Penulis Media Selayar on Rabu, 03 Desember 2014 | Rabu, Desember 03, 2014

INCE LANGKE, Ingin Selayar Lebih Maju
    Dr. (HC) H. Ince Langke IA, S.Pd.MM.Pub, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi-Selatan, akhirnya memutuskan maju dalam Pilkada Kepulauan Selayar dan tidak terdaftar sebagai caleg 2014.
Sikap politik ini disampaikan secara resmi oleh H. Ince Langke, setelah mempertimbangkan banyak hal, termasuk mendengarkan saran berbagai pihak dan didorong oleh cita-cita besar terhadap daerah Tanadoang tercinta.
H. Ince Langke IA menyadari sepenuhnya, bahwa tugas seorang bupati sangat berat dan membutuhkan kemampuan yang tidak sederhana.
Karena harus menanggung kelangsungan nasib 120.000 rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, yang akan menggantungkan harapannya untuk dapat mencapai martabat kesejahteraan yang lebih baik, maju, modern, berkeadilan dan mampu bersaing dengan daerah lain di seluruh pelosok negeri.
Kendati demikian, Ince selalu optimis dapat bersaing dengan rival-rivalnya. Politisi magnet dari semenanjung paling selatan Provinsi Sulsel ini, senantiasa tampil percaya diri dengan berbekal kemampuan dan pengalamannya sebagai politisi.
Dia telah puluhan tahun menduduki kursi jabatan sebagai anggota DPRD kabupaten, bahkan sempat menduduki kursi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sejak 2009 Ince Langke menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi-Selatan dengan mewakili suara seratus dua puluh ribu rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar serta ribuan konstutiennya di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.
Ince juga tercatat pernah memimpin sejumlah organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik, termasuk diantaranya, partai politik terbesar di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar, yaitu Partai Golkar.
Sebagai tokoh organisasi maupun anggota DPRD kabupaten Kepulauan selayar dan Provinsi Sulawesi-Selatan, sedikit banyak, Ince Langke telah mengenali kondisi wilayah dan memiliki kemampuan pengenalan serta kedekatan pada rakyat Selayar.
Ince berharap, kebersamaan dan dukungan semua pihak untuk menjemput kebangkitan bersama dengan berlandaskan pada semangat kekompakan serta nilai-nilai luhur yang tersirat melalui rangkaian Motto “Selayar Mapan Mandiri” (Menata Arah Masa Depan, Masyarakat Adil dan Makmur di Bawah Ridho Ilahi).
“Disertai harapan besar, akan segera terwujudnya Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi surga berdaya saing tinggi di tengah laut, yang menjadi impian semua pihak,” tandas mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Selayar ini. (@).

Penegakan Hukum Dilaut Tumpang Tindih

illustrasi
Guna Penegakan Hukum di Laut, Instansi Terkait Diminta Hilangkan Ego Sektoral 
Penegakan hukum di laut masih tumpang tindih pada beberapa instansi terkait. Saat ini, permasalahan laut di Indonesia diatur 12 instansi terkait.
Ketua Ketua Lembaga Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim di Indonesia (IK2MI) Didik Heru Purnomo mengaku senang dibentuknya undang-undang kelautan. Dari UU tersebut dihasilkan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggantikan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla).
"Pada pasal 59 dikatakan segera dibentuk badan keamanan laut yang sebelumya bakorkamla menjadi bakamla," kata Didik disela-sela diskusi publik "Political Will Pemerintah di Bidang Penegakan Hukum Laut" di Hotel Acacia, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Didik menuturkan, ego sektoral merupakan permasalahan yang harus diselesaikan sehingga 12 instansi tersebut benar-benar menjalankan fungsinya.
Keamanan laut itu meliputi navigasi, tindak kekerasan, sumber daya lingkungan hidup serta ancaman kedaulatan.
"Laut itu macam macam baik Teritorial, Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) dan lainnya. Pada ruang yang sama banyak instansi masih ego sektoral sehingga mereka bilang saling berwenang akibatnya tidak ada yang jalan," jelas Didik.
Ia menambahkan penangganan proses penegakan hukum harus diberikan kepada penyidik yang berwenang. Namun, 12 instansi yang menanggani permasalahan laut tersebut tidak dihilangkan.
"Misalnya kapal yang muatannya berlebih, membahayakan dan membawa imigran tindak pidana ada pada siapa. Akan tetapi penjaga pintu besarnya itu satu saja, sekarang kan engga main semua," jelas Didik. (@)

Ikbal Pertanyakan Tidak Diperiksanya AM" Oleh Penyidik Kepolisian Selayar

Penulis Media Selayar on Minggu, 30 November 2014 | Minggu, November 30, 2014

Ikbal: Saya Bukan Bandar Atau Pengedar Shabu-Shabubegitulah judul media online Radar Nusantara yang menulis kisah dan penuturan Ikbal.
M. Ikbal.Saya sangat kecewa dan mengecam atas kasus yang menimpa diri saya  sebagaimana  pasal  yang disangkakakan  oleh  penyidik  Resnarkoba Polres  Kepulauan  Selayar  dan  JPU Kejaksaan Negeri Selayar, yaitu Pasal.114 dan 112  ayat  (1)Undang­Undang  No  35  tahun 2009  tentang  Narkotika.  
Ini  betul-­betul  saya anggap  JPU  dan  penyidik  Res narkoba  keliru dalam  penempatan  Pasal  tentang  diri  saya, yang  mana  di  Surat  Dakwaan  saya  yaitu,   No.Reg.Per  :  pdm­045/Sly/Euh.2/09/2014. Penahanan  oleh  penyidik  Polres  Selayar tanggal  25 Juli 2014 s/d 13 Agustus 2014 dan diperpanjang  oleh  Kepala  Kejaksaan  Negeri Selayar sejak tanggal  14 Agustus 2014 S/d 22 September  2014  oleh  Jaksa  Penuntut  Umum Kejaksaan  Negeri  Selayar  sejak  tanggal  22 September  2014  s/d  Perkaranya  dilimpahkan dilimpahkan  kepengadilan  Negeri  Selayar, pertama  Bahwa  ia  terdakwa  M.  Ikbal  Bin  Muh. Ilyas  Dg Masse ’re,  pada hari selasa  tanggal  22 sekitar  pukul  20.00  wita  atau  setidaknya  pada  suatu  waktu  dalam  bulan  Juli  tahun  2014 tepatnya  di  Jln.  Lamuru  Kelurahan  Benteng  Selatan  Kecamatan  Benteng  Kabupaten Kepulauan  Selayar,  atau  setidak­tidaknya  disuatu  tempat  yang  masih  termasuk  dalam daerah  hukum  Pengadilan  Negeri  Selayar  yang  berwenang  memeriksa  dan  mengadili perkara  ini,  yang  menerima,  menjadi  perantara  dalam  jual  beli, tukar menukar,atau  menyerahkan Narkotika Golongan 1 jenis Shabu­shabu Perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa dengan cara,  Terdakwa  M. Ikbal  (48)  sedang  duduk  di  balai­balai  depan  rumah  Lk  Arif  bersama dengan Lk Irang,  mengatakan kepada  terdakwa  Lk. M. Ikbal  Nungurai Intu  yang  artiannya kenapa itu Iffan coba hubungi lewat telpon ki bagaimana ini Iffan  selanjutnya Ik. M. Ikbal pun menelpon lk  Iffan  Bin Adi Dg Patta alias Iffang  ( terdakwa  dalam perkara lain )    yang pada saat itu  sudah ditangkap oleh Tim dari Satuan Res Narkoba Polres Selayar, dan terdakwa dengan  lk  Iffan  Bin  Adi  Dg  Patta  alis  Iffang  sepakat  ketemu  didekat  salon  Lola.  

Hal  ini dikatakan  oleh  Terdakwa  Lk.  Ikbal,  saat  dikompirmasi  oleh  beberapa  Wartawan    di pengadilan Negeri Selayar kamis  27 Nopember 2014 disela­sela persidangan,  Lanjut  kata M. Ikbal  bahwa  saya  sangat    kesal  dan  merasa sedih    dan  tidak  menerima tuntutan  JPU Muhammad Uswa Ammar,SH MH. Selaku JPU  Kejaksaan Negeri Selayar yang mana pasal 114  ayat  (1)  UUD  No.  35  tahun  2009  tentan  Narkotika,  Pada  saat  tuntutan  minggu  lalu Selasa  18  Nopember  2014  dengan  Nomor  Surat  Tuntutan  No  :  Reg,  Perk  :  PDM­045/Sly/Euh/1/09/2014. Yang pada saat itu saya di jatuhi Hukuman Tuntutan JPU Kejaksaan Selayar.  Menjatuhkan  pidana  terhadap  terdakwa  M.  Ikbal  Bin  Muh.  Ilyas  Dg  Masse’re dengan Pidana penjara selama  6 (enam)  tahun,  dikurangkan seluruhnya  selama  terdakwa berada  dalam  masa  penahanan,  dan  denda  sebesar  Rp  1.000.000.000.000  (satu  Milyar rupiah ) Subsidiar, 6 (enam) bulan penjara dengan mengatakan barang bukti berupa, a.1.(satu) unit Hanpon merek Cross warna merah hitam, b.1.( satu ) buah sendok Shabu yang terbuat dari  pipet  plastik  warna  putih,  c.1.(satu  )  buah  sumbu  plastik  warna  biru.  Adapun shabu-shabu yang ditangkap oleh Anggota Res Narkoba Polres Kep Selayar itu dari lk. Irfan sebanyak 5 sachet kecil terbungkus pelastik bening berisikan kristal bening dengan berat, 0,1928 gram seharusnya Lk Irfan yang dikasih pasal 114, 112, bukan saya karena bukan  saya pemilik barang haram tersebut, apa lagi  yang  pesan barang tersebut bukan saya yang pesan   saya  hanya dijebak dan disuruh oleh Lk.Irang untuk  hubungi lk, Iffan dan   menelpon  Iffang, yang mana pada saat itu Lk.Iffang sudah ditangkap oleh anggota Res Narkoba polres klepulauan selayar ungkap Lk.M.Ikbal  selain itu kata.M.ikbal,  saya  biasa pesan barang harang Haram itu ( shabu-shabu ) bukan untuk saya jual belikan tetapi   hanya untuk saya pakai, bersama teman –teman diantaranya  Lk Dedi dan Irang seharusnya, JPU Kejaksaan Negeri Selayar, dalam  memeberikan Putusan tuntutan Kasus yang saya alamai ini hanya memeberikan Putusan tuntutan dengan   Pasal 127 ayat (1) UUD No. 35 Tahun 2009 tentang penyala gunaan Narkoba atau  Narkotika, karena  kalau saya dikatakan Bandar atau kurir, ( pengedar ) apa buktinya,  siapa yang  pernah saya  kasih ?  atau tanyakan  saja kepada  saksi saksi adakah saya pernah  jual  beli atau menyimpan Shabu-­shabu ?. artinya secara  logika,  ini  tidak  adil, saya  hanya di jebak,  karena  kenapa  Lk. Irang  tidak  ditangkap dan tidak  diproses oleh penyidik Res Narkoba Polres Selayar,  padahal pada saat  saya,  di BAP  di  Penyidik  Res  Narkoba  Polres  Selayar dan Ditahan Rutan  Polres  Selayar,  saya sering  kali  bertanya  kepada  Penyidik  dan  Kasat  Narkoba  Polres  Kepulauan  Selayar  AKP Ramli Bannu, bahwa kenapa Lk. Irang  tidak  di sidik atau di BAP, namun kata Penyidik dan Kasat Narkoba AKP. Ramli Bannu, ia  nanti kita panggil, namun semua itu    tidak  dilakukan oleh pihak Penyidik, sampai saya di  P21 bahkan sampai saat ini saya sudah di tuntut  oleh JPU  Kejaksaan Negeri Selayar  yaitu,  6,  (enam)    Tahun  penjara,  namun  Lk  .Irang    tidak ditangkap atau di BAP Oleh penyidik Res Narkoba Polres Selayar, kata ikbal dengan nada yang  kecewa  dan  sedih  sambil  meneteskan  air  matanya,  dan  mengatakan  ini  tidak  adil katanya,  di depan para wartawan,  untuk itu kami memohon kepada Hakim yang Mulia agar dalam  memutuskan perkara  nanti  agar  secara  propesional,  karena  saya  ini  kasian,  bukan pengedar atau kurir,  saya  hanya pemakai, pak. Demkian dikatakan oleh terdakwa.M.ikbal, dengan  nada  yang  kecewa  bercampur  sedih  sambil  mengeluarkan  air  mata,  untuk  itu   semua ini saya serahkan kepada yang maha Kuasa dan meminta kepada Hakim yang mulia agar  Secara profesional memutuskan perkara kasus yang menimpa diri saya ,  demIkian ungkap M. Ikbal didepan para wartwan yang bertgas di daerah kepulauan selayar  (*)




Andi Agus Mencari Keadilan

Andi Agus (sumber Radar Nusantara)
 Di kutip dari media online Radar Nusantara terbit Selasa, 21 Oktober 2014 dengan judul Inilah Perkara Praperadilan Yang Diajukan Oleh Andy Agus Bin Ahmad
*Dengan No: 03/Pen.Pra/2014/Pn. Slyr  Di Pengadilan Negeri Selayar Pada Tanggal  10 Oktober 2014.Andy Agus. Dalam beritanya ditulis mendalam dengan mengupas isi dari perkara yang sementara bergulir diranah hukum Kepulauan Selayar. Setelah pihak TERMOHON mengakui bahwa benar adanya tentang Penghentian itu  dan  dijelaskan pula dalam jawaban TERMOHON  sehingga salahsatu syarat bagi PEMOHON dalam mengajukan Praperadilan, turut dibenarkan oleh TERMOHON . Dan terhadap Ketentuan itu diatur dalam pasal 77 Undang- Undang No 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang- Undang  Hukum Acara Pidana yang bunyinya sebagai berikut :Pasal 77 Pengadilan negeri berwenang untuk memeriksa dan memutus, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini tentang:  a.sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan;
b.ganti kerugian dan atau rehabilitasi bagi seorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan. Sehubungan dengan adanya fakta tersebut diatas, tinggal alasan dikeluarkannya PENGHENTIAN itu oleh TERMOHON apakah beralasan hukum atau tidak menurut Yang Mulia Hakim Praperadilan. Fakta lain yang ditemukan didalam jawabmenjawab di Persidangan adalah, diakuinya pula bahwa 2 surat A3 yang diberitahukan kepada PEMOHON yaitu telah ditemukannya bukti-bukti yang cukup dan jelas, kemudian tentang dikirimkannya SPDP ke Kejaksaan kasus sementara dalam pembuatan resume. Tiba-tiba laporan PENIPUAN dan KETERANGAN PALSU dihentikan Penyidikannya dengan alasan yang tidak jelas yaitu PEMOHON diharuskan memperlihatkan akta hibah sementara permintaan itu tidak pernah sekalipun disebutkan dalam surat-surat A3 yang diberikan kepada PEMOHON demikian pula dalam kesimpulan gelar perkara.
Lebih lanjut ditulis Terhadap fakta-fakta tersebut, merupakan pengakuan terhadap PENGHENTIAN yang didahului 2 surat A3 yang bunyinya saling bertentangan sehingga menjadi pemberitahuan yang menyesatkan bagi PEMOHON yang tidak menutup kemungkinan akan memicu benturan antara para pihak yang berperkara. Jika melihat fakta-fakta itu sudah tidak sejalan dengan semangat dan jiwa KUHAP yang seharusnya dijunjung tinggi oleh TERMOHON didalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Fakta lain yang juga ditemukan dalam jawaban TERMOHON bahwa telah terjadi penjualan obyek perkara disaat perkara itu dalam penanganan TERMOHON sehingga merupakan pengabaian terhadap hak PEMOHON selaku pelapor. Terhadap kesalahan-kesalahan yang telah diakui oleh TERMOHON itu memperjelas dilanggarnya aturan/hukum oleh yang seharunya menegakkan hukum berdasarkan konstitusi UUD Tahun 1945 pasal 28D ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut :
“ Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepatian hukum yang adil serta perlakuanyang sama dihadapan hukum “.
Bila Yang Mulia Hakim Praperadilan berpendapat lain sehingga tidak menerima Permohonan Praperadilan, tentunya PEMOHON dengan alasan UUD Tahun 1945 Pasal 28D ayat (1) akan melakukan banding disamping akan mempertanyakan/menyebarkan materi Persidangan, demikian ungkap  Andy Agus kepada beberapa wartawan yang bertugas di daerah selayar selasa 21 oktober 2014

http://www.radarnusantara.com/2014/10/inilah-perkara-praperadilan-yang.html

INFORMASI PERSIAPAN PANITIA HARI JADI SELAYAR KE 409

Penulis Media Selayar on Selasa, 25 November 2014 | Selasa, November 25, 2014

SIMAK TERUS PERKEMBANGAN PERSIAPAN PANITIA HARI JADI SEAYAR KE 409 TANGGAL 29 NOPEMBER 2014 DIRADIO CFM 98,3 MHZ SETIAP PAGI DAAM PROGRAM SELAMAT PAGI SELAYAR 07 - 09.00 WITA.  ANDA BISA BERPARTISIPASI  DAN BERBAGI INFORMASI DENGAN MENGIRIMKAN SMS KE 
LAYANAN 081 241 927 000.

ARSIP BERITA MEDIA SELAYAR

TRANS MEDIA GROUP

Pemuda Adalah Kekuatan

DPD  K N P I

KOLOM IKLAN

Hubungi Cust.Service

KOLOM IKLAN

HUB. CUST.SERVICE

KOLOM IKLAN

HUB. CUST.SERVICE

The Manuscript Collection Being Alert Data And News From Cyberspace

Koran Harian Rakyat Sulsel

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 20 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend@yahoo.co.id-
CP-085 342 70 70 70-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR