FORUM PEDULI SELAYAR GALANG DUKUNGAN PEMUDA UNTUK SUKSESKAN PILKADA 2015 DI KEPULAUAN SELAYAR Suhu Pilkada Di Kepulauan Selayar mulai terasa ditengah tengah Masyarakat REDAKSI MC-I DAN ADMIN BLOG INI MEMINTA MAAF ATAS TIDAK LANCARNYA UP-DATE INFORMASIPADA BLOG MEDIA SELAYAR INI. KIRIMKAN TERUS INFORMASI, KEJADIAN DAN BENCANA YANG TERJADI DISEKITAR ANDA MELALUI LAYANAN SMS ELSHINTA 081 180 6543 KIRIMKAN UCAPAN SELAMAT HARI JADI SELAYAR KE LAYANAN SMS 081241927000

TOP THIS BLOG

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Nasional Mengucapkan :

KADIS PENDIDIKAN NASIONAL,AJI SUMARNO SSTP.MM DAN NY.RATNAWATI.S . Diberdayakan oleh Blogger.
Lisensi Creative Commons
Media Selayar oleh Redaksi MC-I disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 3.0 Tanpa Adaptasi.
Berdasarkan ciptaan pada http://radiocontrend.blogspot.com.
Izin di luar dari ruang lingkup lisensi ini dapat tersedia pada Google ,Yahoo, Bing. I heart Validator

Latest Post

Media Selayar

Semua Untuk Selayar

13 poin yang tertuang di Revisi UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada

Penulis Media Selayar on Rabu, 18 Februari 2015 | Rabu, Februari 18, 2015


Sumber Gambar Halaman  Google
1. Penguatan pendelegasian tugas kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah, yang disertai adanya penguatan kedua lembaga tersebut, bahwa pemilihan gubernur dan bupati/walikota adalah rezim Pemda sebagaimana pasal 18 ayat 4 UUD Negara RI 1945;

2. Syarat pendidikan Gubernur dan Bupati/Walikota TETAP yaitu berpendidikan paling rendah SLTA atau sederajat seperti dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2014;

3. Syarat usia Gubernur TETAP yaitu berusia paling rendah 30 tahun dan Bupati/Walikota paling rendah 25 tahun sesuai Perppu Nomor 1 Tahun 2014;

4. Tahapan UJI PUBLIK DIHAPUS dengan alasan, bahwa proses tersebut menjadi domain atau kewajiban dari parpol dan termasuk perseorangan yang harus melakukan proses sosialisasi calon;

5. Syarat dukungan penduduk untuk Calon Perseorangan DINAIKKAN 3,5 persen. Nantinya treshold perseorangan antara 6,5% hingga 10%, tergantung daerah dan jumlah penduduknya;

6. Pembiayaan Pilkada dari APBD didukung APBN;

7. Ambang batas kemenangan 0 persen. Artinya SATU PUTARAN. Alasannya untuk efisiensi baik waktu maupun anggaran. Selain itu, dengan syarat dukungan baik parpol atau gabungan parpol dan calon perseorangan yang sudah dinaikan, maka para calon sudah memiliki dasar legitimasi yang cukup dan proses lebih sederhana;

8. Tentang sengketa hasil pemilihan disepakati bahwa sebelum terbentuknya lembaga peradilan khsusus yang menanganinya, maka proses penyelesaiannya masih dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK);

9. Jadwal Pilkada dilaksanakan dalam beberapa gelombang : Gelombang pertama dilaksanakan Desember 2015 (untuk yang Akhir Masa Jabatan (AMJ) 2015 dan semester pertama tahun 2016); Gelombang kedua dilaksanakan Februari 2017 (untuk AMJ Semester kedua tahun 2016 dan seluruh yangg AMJ 2017); Gelombang ketiga dilaksanakan Juni 2018 (untuk yg AMJ tahun 2018 dan AMJ 2019); Serentak Nasional dilaksanakan tahun 2027;

10. Mekanisme pengajuan pencalonan dilakukan secara berpasangan alias paket. Paket pasangan dipilih bersama  yaitu pasangan calon gubernur dengan calon wakil gubernur, calon bupati berpasangan dengan calon wakil bupati dan calon walikota berasangan dengan calon wakil bupati yang dipilih langsung oleh rakyat. Hal itu seperti termaktub dalam Perppu Pilkada;

11. Tentang pejabat kepala daerah telah disepakati bahwa akan diisi oleh pejabat sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yaitu bagi pejabat gubernur oleh pejabat tinggi madya, adapun untuk pejabat bupati/walikota oleh pejabat tinggi pratama;

12. Tentang tambahan syarat calon yang terkait syarat tidak pernah terpidana telah disepakati, bahwa rumusannya sesuai dengan keputusan MK sebagaimana yang tercantum dalam rumusan Perppu Pilkada;

13. Adapun tentang pasangan atau jumlah wakil kepala daerah sangat terkait dengan apakah paket atau tidak paket, yaitu disepakati pasangan calon dengan 1 calon wakil kepala daerah. (*)

Polres Kep. Selayar Sambut 22 Orang Personil Barunya

Penulis Media Selayar on Rabu, 04 Februari 2015 | Rabu, Februari 04, 2015


CP.Antara
Sebanyak  22 polisi  baru berpangkat brigadir polisi (brigpol) yang akan bertugas di wilayah hukum Polres Kepulauan Selayar disambut langsung oleh Kapolres AKBP Mohamad  Hidayat di rumah jabatan Kapolres.  Penjemputan dan penyambutan para personil baru tersebut berlangsung penuh keakraban yang dihadiri oleh jajaran Polres Kep.Selayar. Para Bintara Baru ini ditempatkan di Polres Kep.Selayar setelah sebelumnya menjalani  tes kemampuan dan pendidikan Kepolisian. Dari 22 Bintara yang datang, 10 diantaranya dari  SPN Batua Makassar, sementara 12 anggota Bhayangkara muda yang lainnya menjalani pendidikan di Singaraja.
 Dalam kegiatan penyambutan anggota polisi baru yang akan bertugas di Kepulauan Selayar, Kapolres  menyampaikan bertugas di  Kepulauan Selayar tidak perlu berkecil hati. Situasi keindahan alam Selayar tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Persoalan pindah tugas dari Selayar, pimpinan kepolisian sudah pasti akan memikirkannya sesuai dengan kebutuhan. Acara penyambutan ditutup dengan acara hiburan. (*)

Genderang Pilkada Selayar 2015 Mulai Ditabuh

  Kabupaten Kepulauan Selayar  termasuk dalam daerah yang akan ikut menggelar Pilkada  serempak tahun 2015 ini.  Sejumlah nama nama balon Bupati  yang akan maju dala Pilkada telah ramai menjadsi bahan perbincangan warga.  Malah telah ada bakal calon yang sudah membentuk dan melantik tim sukses pemenangannya dalam pilkada mendatang.  Diantaranya nama H.Saiful Arif SH yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati serta Aji Sumarno SSTP yang saat ini sebagai Kadis Pendidikan Nasional Kab.Kepulauan Selayar.  Ada juga nama nama calon yang sudah  pernah maju pada Pilkada  2010 yang lalu  yakni H.Ince Langke IA , yang saat ini juga santer di perbincangkan sebagai salah satu bakal calon yang patut diperhitungkan karena dinilai telah banyak pengalaman dalam meraih suara, diaman pada Pilkada 2010 lalu berhasil menjadi runner up  perolehan suara, dari 3 pasangan calon yang ada.
Selain ramai diperbincangkan ditengah-tengah komunitas warga  daerah ini , nama-nama bakal calon Bupati yang akan maju dalam Pilkada Kepulauan Selayar 2015 Desember yang akan datang juga  ramai dijadikan bahan  para pengguna jejaring  sosial. Bahkan sudah mulai mengarah pada kondisi saling hujat calon. Hal ini juga terjadi dilapangan, dimana perang baliho para bakal calon tidak dapat diindahkan.
Muh.Takwin dari  salah satu lembaga pemantau Demokrasi di Kepulauan Selayar  saat dimintai komentarnya menyatakan kalaupun telah banyak nama yang muncul, disebut akan maju dalam Pilkada mendatang, namun belum ada satupun yang saat ini resmi menjadi usungan salah satu partai politik sesuai aturan pilkada . Memang telah ada nama seperti Aji Sumarno yang hampir pasti akan diusung Partai Golkar  yang diissukan akan bergandengan  PAN dan PPP serta PKB  namun kita masih menunggu kepastiannya , semuanya belum menjalani prosudure partai. Hal ini saya tegaskan setelah saya pertanyakan ke partai masing-masing, tegasnya. Menyangkut siapa calon terkuat nantinya, Muh.Takwin menyebut masih pada bakal calon yang tentu saja hafal dan mempunyai pengalaman dalam 2 pilkada yang lalu. Misalnya  H.Syahrir Wahab sebagai pemenang Pilkada sebanyak 2 kali, dan saat ini sebagai Ketua Partai Golkar tentu saja tidak dapat dianggap remeh bila dirinya sekarang sebagai arsitek Partai Golkar.  Sehingga siapapun usungan partai ini, dipastikan akan menjadi rival berat bagi bakal calon lainnya. (Tim)

Kapolres Pimpin Cari Korban AirAsia QZ8501 Diperairan Kep.Selayar

 Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Mohammad Hidayat memimpin langsung pencarian korban AirAsia QZ8501 yang diperkirakan akan terbawa arus sampai di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.
"Saya mendapatkan pesan email dari Basarnas Pusat dan hasil perhitungannya, ada kemungkinan mayat korban AirAsia akan terbawa arus sampai Selayar," ujarnya yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu.
Kapolres mengatakan, ujung dari arus gelombang Selat Karimata akan melintasi Perairan Majene, Sulawesi Barat hingga Perairan Selayar, Sulawesi Selatan atau Selat Makassar.
Dirinya mengaku setelah mendapat surat elektronik itu kemudian melakukan koordinasi dengan Tim SAR Selayar dan menyisir perairan yang memiliki banyak pulau-pulau kecil.
"Kita langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Selayar serta menerjungkan Polair untuk membantu pencarian itu. Semua fasilitas yang dibutuhkan untuk penyisiran itu kita kerahkan," katanya.
Hidayat menuturkan, pencarian dan penyisiran yang dilakukan sejak pagi pukul 10.30 WITA itu tidak membuahkan hasil karena harus dihentikan saat sore harinya karena buruknya cuaca.
Fasilitas yang digunakan dalam pencarian itu di antaranya Kapal Sea Rider milik Pos SAR Selayar, Speed Bat, Kapal patroli Satuan Polair serta perahu nelayan jenisi katinting.
"Untuk koordinat penyisiran itu berdasarkan arahan dari Basarnas Pusat. Kita hanya menyisir sesuai dengan petunjuk itu karena pemetaan sudah dilakukan sesuai dengan angin barat yang terus berhembus itu," jelasnya.
Sebelumnya, Badan SAR Nasional Wilayah Makassar berhasil menemukan jenazah penumpang AirAsia QZ8501 di Perairan Sendana, Majene, Sulawesi Barat atau sekitar 950 kilometer (km) dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
"Berdasarkan penghitungan, lokasi jatuhnya pesawat itu di sekitar Selat Karimata dan jenazah yang ditemukan di Selat Makassar ini berjarak sekitar 950 kilometer," ujar Kepala Basarnas Wilayah A Makassar, Roki Asikin.
Dia menjelaskan, Selat Karimata adalah selat yang terletak di antara dua pulau besar di Indonesia, yaitu Pulau Sumatera dan Kalimantan. Selat ini menghubungkan Laut China Selatan dengan Laut Jawa dan korban yang ditemukan itu berjarak 550 mil.
Rosi menyatakan, terdamparnya dua jenazah itu ke Selat Makassar atau di Perairan Sendana, Kabupaten Majene karena angin sekarang ini berhembus ke arah barat.
"Ini musim barat dan dia bisa lepas dari ujung Kalimantan Selatan lalu naik ke utara. Jika angin barat ini terus berhembus bisa sampai tumpuannya ke Selayar (Sulsel)," katanya.
Dengan adanya penemuan jenazah ini, dirinya kemudian berkoordinasi dengan Basarnas pusat serta Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk memfokuskan pencarian di Selat Makassar.
Setelah koordinasinya itu, pihak Polda Sulsel kemudian memerintahkan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpoliar) serta Polres Majene, Sulbar untuk bersama-sama dengan Basarnas melakukan pencarian.
"Kita sudah ada tim Basarnas di Sulbar dan dengan penemuan ini, otomatis dibentuk posko bersama di Majene untuk mencari korban lainnya yang diduga tersapu ombak hingga ke Selat Makassar," jelasnya.(*)


Bambang Diculik Atau Ditangkap ?

Penulis Media Selayar on Jumat, 23 Januari 2015 | Jumat, Januari 23, 2015

Copy Foto Detik News 
 Seperti dilansir dari media online terkait penangkapan Bambang Widjojanto  Wkl.Ketua KPK yang dibawa oleh pihak, mengaku Bareskrim Polri pagi tadi . Namun Pelaksana tugas Kapolri Komjen Badrodin Haiti mengaku tidak ada penangkapan itu. Lalu Bambang ditangkap secara resmi atau diculik?

 Bambang diangkut oleh petugas Bareskrim Polri pagi tadi ketika tengah mengantarkan anaknya di Depok, Jabar. Saat itu dia belum didampingi oleh ajudannya.

"Ajudan Pak Bambang menyampaikan kabar bahwa Pak Bambang dijemput oleh orang yang mengaku dari Bareskrim Polri setelah mengantar anaknya sekolah," ujar Deputi Pencegahan KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi, Jumat (23/1/2015).

 Lantas KPK pun bergerak untuk mencari konfirmasi mengenai peristiwa penangkapan ini. Termasuk untuk mencari tahu atas dasar kasus apa Bambang diangkut.

 KPK lantas mengontak Badrodin. Jawaban Badrodin cukup mengejutkan. Jenderal Bintang Tiga yang saat ini menjadi pucuk pimpinan Polri itu menyatakan tidak ada penangkapan Bambang Widjojanto.

"Pihak KPK sudah menghubungi Plt Kapolri Badrodin Haiti, menanyakan hal ini dan dijawab tidak benar ada penangkapan oleh Bareskrim," ujar Johan.

 Jika benar Bareskrim yang menangkap Bambang, lalu apakah Bareskrim bergerak sendiri tanpa persetujuan dari pucuk pimpinan Polri? Atau hanya pihak yang mengaku-aku sebagai Bareskrim? Lantas di mana keberadaan Bambang Widjojanto sekarang? Belum begitu jelas.(*)



Nur Kamar Himbau Warga Kep. Selayar Tetap Jaga Lingkungan


Nur Kamar,Kabad Lingk.Hidup Kep.Selayar
 Bila vegetasi lahan tidak  segera dilakukan pada sejumlah lahan kritis sesuai parameternya maka dikawatirkan akan menjadi penyebab naiknya permukaan air  laut akibat tidak adanya penyerapan yang alami, karena lahan yang rusak. Bisa dibayangkan ketika  salah hasil penelitian yang pernah dilaksanakan di Kepulauan Selayar  memperkirakan sejumlah pulau pulau kecil di Kepulauan Selayar akan tenggelam  oleh permukaan air laut  pada  20 tahun yang akan dating, hal ini akan terjadi   bila lingkungan hidup di wilayah Kepulauan Selayar tidak dijaga dan dipelihara. Demikian dijelaskan  oleh Ir.Nur Kamar  Msi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar  (21/1) diruang kerjanya .
Lebih lanjut Nur Kamar menjelaskan bahwa  salah satu prioritas program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar di bidang Lingkungan  hidup adalah penanganan lahan kritis , yang jumlahnya hampir mencapai separuh dari wilayah Kepulauan Selayar, tersebar di 10 kecamatan dan semuanya telah kami teliti. Dan memang inilah kondisi alamnya disebut sebagai lahan kritis sesuai parameter lahan , jadi disebut sebagai lahan kritis bukan karena dirusak oleh manusia sehingga rusak dan kritis seperti orang sakit, tapi jenis lahan di daerah kita ini yang memang  mengalami kritis karena alam, jelas Nur Kamar , yang menyebutkan bahwa tingkat kerusakan lingkungan pada lahan kritis di Kepulauan Selayar yang telah didata oleh  badan yang dipimpinnya masih pada tingkat kewajaran atau masih dibawah  parameter  kerusakan lingkungan.   Buktinya  dari  hasil penelitian terakhir  yang  dikerjasamakan  dengan mahasiswa  salah satu perguruan tinggi nasional  di Indonesia  yang dating ke Selayar melakukan penelitian pertengahan tahun  lalu,  mencatat bahwa sumber air baku di kandungan Kepulauan Selayar masih normal dan sangat banyak namun semuanya tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena bisa saja semuanya rusak karena   lingkungan yang tidak terjaga tegasnya.  Dalam waktu dekat ini, kami Badan Lingkungan hidup yang dipimpinnya kembali akan melakukan vegetasi lahan kritis disejumlah lahan kritis di  10 wilayah kecamatan se-kabupaten Kep.Selayar.
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar  adalah melakukan  vegetasi  lahan kritis ke seluruh wilayah dan lahan yang telah disurvey sebelumnya.  Tidak tanggung tanggung, karena Bapak Bupati  Kep. Selayar  memerintahkan kepada Badan Lingkungan Hidup menyiapkan  tanaman dan bibit untuk ditanam di lokasi yang dinilai merupakan lahan kritis, jelas Nur Kamar.  “ Beliau sangat memperhatikan Lingkungan Hidup, termasuk lingkungan di tengah tengah masyarakat kota , sehingga wajarlah kalau kemudian Kep. Selayar meraih adipura bidang Lingkungan hidup tahun 2014 “ . Boleh dibilang seluruh penanaman  pohon pohon kayu berproduksi di lahan kritis di Kepulauan Selayar tak lepas  dari perjuangan Bapak Bupati Drs. H. Syahrir Wahab MM  selama hampir lima tahun terakhir, jelas Nur Kamar. Semua  kegiatan  lingkungan hidup tak lepas dari dukungan  dan perhatian Belaiu sebagai pemimpin di Bumi Tanadoang.
Menutup perbincangan, Ir.Nur Kamar Msi, berharap kepada seluruh  masyarakat agar selalu menjaga lingkungan  demi  kehidupan yang akan datang. Bila ada keluhan dan informasi terkait pengrusakan lingkungan di Kep.Selayar  silahkan laporkan ke Kantor Badan Lingkungan Hidup ,dan kami akan segera  tindak lanjuti, kunci Nur Kamar , pejabat Kepala Badan Lingkungan Hidup Kep. Selayar kelahiran Batangmata ini.

Bahan Bakar Turun, Harga Sembako Malah Naik Di Kep.Selayar

 
Pintu Masuk Ditutup pake rantai 
 Kendati harga bahan bakar minyak telah kembali diturunkan oleh Pemerintah sejak awal pekan ini, namun harga kebutuhan bahan pokok diwilayah Kepulauan Selayar sampai Rabu 21/1 belum ada tanda tanda akan ikut turun. Malah sejumlah bahan mengalami kenaikan harga pada awal pekan bersamaan dengan pengumuman penurunan harga bahan bakar.  
Misalnya beras di pasar Bonea Benteng mengalami kenaikan harga sejak awal pekan ini hingga Rp 8500 perliter untuk beras kepala dari sebelumnya Rp 7000. Sementara itu harga gula dan terigu juga mengalami hal yang sama.  Dalam sekilonya gula dibandrol dengan harga Rp. 11.000 hingga  Rp.12,.000 rupiah. Sementara terigu dijual oleh pedagang seharga Rp.8500 per kilogram. Dibanding harga sebelum kenaikan harga bahan bakar mengalami kenaikan rata-rata 90% saat ini. 
H.Halida seorang ibu rumah tangga yang ditanya media ini saat berbelanja di pasar Bonea Benteng 21/1 menuturkan bahwa harga harga kebutuhan pasar saat ini sangat mahal dibanding pendapatannya sebagai seorang karyawan perusahaan, bayangkan saja Pak, bagaimana kami bisa mengatur keuangan aghar bisa cukup. Mulai kebutuhan bahan bakar hingga kebutuhan dapur semua sudah mahal, sambil menunjuk ke keranjang bawaannya, ada telur yang selama ini kami beli empat butir Rp.5000 sebelum kenaikan harga bahan bakar, saat ini pak , telur harus dibeli dengan harga Rp.1500 rupiah perbutir, kuncinya .
Harga kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan dengan alasan bahan bakar naik pada awal dinaikkan, diharapkan warga bisa kembali turun saat ini, karena bahan bakar sudah diturnkan kembali. Pemerintah Kepulauan Selayar diminta segera melakukan operasi pasar terkait harga harga pasar yang dinilai tidak terkontrol di Kabupaten Kepulauan Selayar. Termasuk menegur para pedagang yang seenaknya memainkan harga. 

Sementara itu diperoleh informasi bahwa harga baru bahan bakar minyak yang diumumkan turun  dan resmi diberlakukan pada hari Senin 19/1 kemarin, baru diberlakukan di salah satu spbu Pertamina pada Rabu 21/1. Belum ada konfirmasi ke pihak pengelola terkait hal ini, karena tidak bisa dihubungi dan ditemui. Termasuk jadwal buka pelayanan spbu dijalan Veteran Benteng Kep.Selayar yang dilakukan tidak teratur . Kadang buka dan kadang tertutup tidak melayanio tanpa alasan jelas. 

Illegal Fishing Di Kawasan Takabonerate Jadi Fenomena

Penulis Media Selayar on Selasa, 30 Desember 2014 | Selasa, Desember 30, 2014


 Hingga saat ini kegiatan illegal fishing dikabarkan masih marak dilakukan oleh sebagian nelayan penyelam ikan hidup di Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Kabar ini membuat telinga sebagian pemerhati dunia perikanan Kelautan. Misalnya Zulfikar mantan aktifis DFW Indonesia mengaku kaget mengetahui melalui pesan singkat bahwa kegiatan destuctif di Kawasan Taman Nasional Takabonerate masih terus berlanjut. Sementara itu pemerhati lainnya dari Anti Illegal Fishing Tanadoang Ardi R, menyatakan tegas bahwa semua ini berlangsung karena kelemahan dan ketidak tegasan para penegak hukum yang bertugas disana, termasuk kelemahan pemerintah dalam memayungi dan melindungi para nelayan di Kepulauan Selayar.

 Dari hasil pengumpulan informasi Media Selayar terkait kegiatan Illegal Fishing menguatkan bahwa memang hal ini benar adanya dan menguatkan bahwa kegiatan illegal dilaut Kepulauan Selayar masih terus terjadi. Diantaranya yang terjadi di Takabonerate Kepulauan Selayar dimana pada akhir tahun ini Kepolisian Selayar memproses sejumlah nelayan yang diduga melakukan kegiatan terlarang di Taman Nasional Takabonerate. Namun yang menjadi sorot para pemerhati ialah dugaan kegiatan illegal fishing yang terjadi di Pulau Jinato, dimana disebutkan bahwa para nelayan pelaku pembiusan ikan dan pelaku penangkapan ikan dengan bahan peledak hingga sekarang belum bisa dihentikan, padahal di pulau Jinato semua elemen penegak hukum dilaut itu ada. Misalnya saja keberadaan Pos Pengawas Jagawana dan Polisi Kehutanan di pulau tersebut dinilai tidak bermanfaat secara maksimal soalnya para pelaku dengan leluasa juga terus menerus beroperasi didalam kawasan nasional Takabonerate yang nota bene merupakan kawasan karang terlindungi. Selain itu yang lebih mengherankan karena semua berlangsung dihadapan pemerintah setempat termasuk unsur tripidesnya. Lebih ironis lagi karena hanya beberapa menit jarak tempuh dari polsek Takabonerate yang terletak di Pulau Kayuadi. Mereka kemudian berkomentar bahwa petugas hanya melihat pelaku pelaku kecil diluar nelayan penyelam pulau Jinato, tapi nelayan pulau Jinato yang menyelam dengan menggunakan kompresor dan diduga menggunakan bahan kimia untuk menangkap lobster dan ikan hidup di zona inti Taman Nasional tidak terlihat. Ehm..

 Sementara itu ketua FPS salah satu lembaga yang dinilai cukup sering menyuarakan Anti Illegal Fishing ini mengaku tidak akan pernah berhenti bersuara menentang apayang saat ini sementara terjadi di Takabonerate Kep.Selayar. Coba saja bayangkan Pak, tuturnya kepada awak media, Pulau Jinato itu adalah termasuk dalam Kawasan Nasional Takabonerate yang diatasnya mempunyai aturan yang diberlakukan oleh negara untuk melindunginya. Misalnya izin usaha perikanan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kep.Selayar tertulis kecuali di Kawasan Nasional Takabonerate. Tapi yang kami temukan dilapangan malahan sejumlah pemilik izin beroperasi dalam kawasan. Apa ini namanya tegas ? ujarnya. Selain itu Ketua FPS mengaku sementara mendalami adanya indikasi keterlibatan aparat membeckingi dan menjadi penginfo kepada Bos illegal fishing di Jinato. Termasuk kami ada sedikit info kalau para punggawa ternyata menyetor kepada Bos untuk tip kemanan dan lain lain kebutuhan mereka beroperasi yang penting aman dilapangan, dan kami mendapat jumlah punggawa ada sekitar 30an perahu pembius ikan hidup di pulau tersebut. Semua kami telah lakukan, diantaranya menyampaikan melalui pesan singkat kepada para petinggi yang berwajib di Kepulauan Selayar termasuk kepada Bupati sekalipun kami telah sampaikan. Jadi kalau itu tidak bisa dihentikan silahkan tanya mereka semua.

 Lebih lanjut dijelaskan bahwa semua jalan telah ditempuh untuk menyampaikan adanya kegiatan illegal  ke petugas terkait,  namun belum ada kegiatan yang menjadi prioritas terlihat untuk menghentikan kegiatan illegal oleh nelayan Pulau Jinato yang diduga melakukan penangkapan ikan hidup dengan menggunakan bahan kimia didalam kawasan Nasional Takabonerate yang merupakan kawasan terlindungi oleh negara. Termasuk melakukan aktivitas di dalam kawasan Nasional dengan menggunakan kompresor sebagai alat bantu pernafasan padahal ada peraturan daerah yang melarang penggunaannya dalam kawasan.

 Hingga saat ini sejumlah informasi mengenai kegiatan illegal diwilayah Kawasan Nasional Takabonerate masih terus mengalir namun belum mendapat penanganan serius dari pihak - pihak terkait di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kapolres Kepulauan Selayar Natal Dibawah Laut

Penulis Media Selayar on Jumat, 26 Desember 2014 | Jumat, Desember 26, 2014

UNIK !!!!! Perayaan Natal Hari Kamis, 25 Desember 2014 Di Kepulauan Selayar dilaksanakan di Bawah Laut tepatnya di Bhayangkara Spot 68 sebagai Wujud Sinergi Polisional Proaktif antara Polri, TNI, Penyelam SIR, Tour Organizer Diving & Para Wartawan dengan Kegiatan tersebut merupakan salah satu Langkah Terobosan Kreatif pada Penggelaran Operasi Lilin Tahun 2014 sbg signal kpd para Pelaku Destruktifif Fishing bahwa Lautan tetapp dalam Penjagaan Polri yang Bersinergi dengan berbagai Elemen Bangsa, al  sbb:
1) Menghias Pohon Natal
2) Transplantasi Terumbu Karang
3) Pemasangan Spanduk ucapan berukuran 4 x 1 Meter
4) Kapolres Kepulauan Selayar AKBP M. Hidayat SH, SIK, MH memberikan Ucapan Selamat Natal di Bawah Laut kpd Umat Kristiani khususnya kpd Dandim 1415 Selayar Letkol Inf Leo Agung yg sedang merayakan Natal saat ini.
Penyelaman dipimpin oleh Kapolres Kep Selayar diikuti oleh Anggota Polri dan Prajurit TNI beserta elemen Masy lainnya termasuk Nelayan, Penyelam & Wartawan sebagai Wujud Komitmen untuk Mewujudkan Kepulauan Selayar sebagai Poros Maritim Indonesia utk mendukung menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sehingga sejalan dgn Target Menko Maritim adl sbb:
1. Menjadikan wilayah perairan Indonesia merupakan perairan yang paling aman di dunia bagi semua aktifitas di laut;
2. Mewujudkan pelayanan prima bagi para pelaku usaha dan pengguna jasa transportasi publik di laut;
4. Mengelola dan memanfaatkan sumber daya di laut dan kawasan pesisir dengan mengedepankan prinsip yang berimbang antara produktivitas dengan kelestarian/keberlanjutan;
5. Budaya masyarakat pesisir indonesia yang tumbuh sebagai peradaban yang tinggi di mata dunia internasional;
6. Kesungguhan untuk melakukan pemulihan ekosistem laut yang rusak dan memelihara yang masih utuh.

Hal ini juga terkandung maksud sbg upaya Legitimasi thd Tindakan gakkum Polres Kepulauan Selayar selama ini shg Komitmen ini terbangun secara menyeluruh oleh Berbagai elemen Bangsa utk membantu mendukung komitmen Polri dlm menjaga Lautan di Kepulauan Selayar.(DT)

Syahbandar Kabupaten Bulukumba Tak Toleransi Kapal Tanpa Dokumen

Penulis Media Selayar on Senin, 15 Desember 2014 | Senin, Desember 15, 2014

Pihak Syahbandar Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tidak memberi toleransi bagi perahu yang tidak emiliki izin berlayar.



Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SyahbandarBulukumba, Muh Asfar. Dia mengatakan bahwa saat ini banyak perahu yang tidak diizinkan berlayar karena mereka tidak dilengkapi dokumen.



m” Makanya mereka nelayan dan pengusaha harus melengkapi dokumen mereka sebelum berlayar, karena kami tidak main-main jika dokumen kapal tidak lengkap maka tidak diizinkan,” kata Safar, Senin (24/11/2014). (*)


Kapolres Kep.Selayar Janji Tindak Tegas Anggotanya Yang Terlibat Dan Tanggung Pengobatan Tenri Di Rumkit.

Penulis Media Selayar on Jumat, 12 Desember 2014 | Jumat, Desember 12, 2014


   Menindak lanjuti kedatangan orang tua Tenri yang menjadi korban penganiayaan dan diduga pelakunya adalah anggota Polisi di Kepulaun Selayar, Kapolres Akbp.Moh.Hidayat , langsung menerima kedatangan ibu Rahma orang tua Tenri. Ibu Rahma kepada Kapolres menceritakan kondisi anaknya sepulang tadi pagi dalam keadaan bengkak dan memar pada sebagian wajah serta luka gores pada matanya. Ibu Rahma juga melaporkan kepada Kapolres Kepulaun Selayar bahwa masih dirawat di Rsud Kep.Selayar namun bila memungkinkan maka sepulang dari Mapolres akan mengupayakan pulang bila memungkinka.n. Dihadapan Kapolres Rahma meminta tanggungjawab karena anaknya dipukuli pada malam Jumat .oleh anggota Polisi, namun saat ditanya oleh siapakah pelaku pemukulan dan siapakah saksi pemukulan ibu Rahma tidak menjawab, Sehingga disimpulkan menunggu Tenri sehat dan menunjuk orang yang menganiayanya. Terkait hal itu, Kapolres dalam rekaman suaranya sangat jelas berjanji akan mencari tahu dan berjanji akan menindak secara tegas anggotanya. Bila benar kelakuan seperti itu, maka sudah tidak benar adanya. Pasalnya menurut Kapolres Kep.Selayar hampir dua tahun ini, bahwa kita di Kepolisian dituntut untuk melaksanakan tugas yang dapat mengharumkan nama institusi tapi bila ada anggotanya yang seperti itu maka sama saja mempermalukan intitusi Kepolisian. Saya janji akan memberikan tindakan dan sangsi bila sudah saya tahu pelakunya sambil memerintahkan kepada anggotanya untuk melihat kondisi Tenri di RSUD Kep.Selayar dan menyatakan bahwa semua biaya yangditimbulkan selama Tenri dirumah sakit menjadi tanggungan penuh Kapolres Kepulauan Selayar.

Sesaat sebelum pisah dengan Ibu Rahma orang tua korban penganiayaan, Kapolres juga memberi bantuan kepada Keluarga Tenri dan diterima Rahma dengan berterima kasih disaksikan oleh sejumlah anggota Polres Kep.Selayar dan Kontributor Media Selayar. (@)

Tegang TNI Dan Polisi Di Kabupaten Kepulauan Selayar


 Hingga malam ini kejadian perkelahian dan pemukulan terhadap seorang anggota TNI dari Gorontalo yang cuti ke Kabupaten Kepulauan Selayar masih ramai menjadi bahan obrolan. Malah ada selintingan informasi bahwa sejumlah anggota Polres Kepulauan Selayar disiagakan untuk menjaga Mapolres yang katanya berjaga jaga jangan sampai ada anggota Kodim Kep.Selayar yang dendam dan masih marah karena kejadian perkelahian kemarin.

Menurut sumber diMapolres bahwa memang ada tiga orang anggota Polres Kep.Selayar yang diamankan ditahanan Polres Kep.Selayar atas perintah Wakapolres karena diduga terlibat perkelahian atau penganiayaan terhadap anggota TNI Gorontalo yang cuti ke kampungnya di Selayar .

Menurut Kapolres disela-sela menerima pengaduan seorang ibu yang anaknya diduga dianiaya oleh anggota, menjelaskan  kejadian perkelahian antara anggotanya di Polres Kep.Selayar dan anggota TNI dari Gorontalo  dan terekam oleh kontributor Media ini menuturkan bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran akan dikenai sangsi hukum termasuk anggota saya yang ditahan karena dilaporkan melakukan penganiayaan.Secara tegas Kapolres menentang kelakuan kelakuan pemukulan dan menyatakan bukannya zamannya lagi seperti itu. Kapolres Kep.Selayar juga menyebutkan bahwa dirinya telah menerima telepon dari Kapolda Sulsel terkait hal ini.

Masih terus berlangsung pantauan media terkait ketegangan tersebut. (@)

Diduga Sejumlah Oknum Anggota Polres" Kep.Selayar Terlibat Aniaya Tenri

illustrasi
  Mengetahui dirinya kepergok petugas mengendarai motor  boncengan  tiga  orang  dijalan Ahmad Yani Benteng Kepulauan Selayar  pada Kamis malam  (11/12) A.Tenri langsung tancap  gas hingga dan menurunkan temannya ditempat yang  aman tak dilihat oleh petugas yang mengejarnya. Selang berapa saat kemudian  petugas  berhasil menyusulnya dan menggiringnya ke Mapolres Kep.Selayar pada tengah malam tersebut.  Saat sampai  didepan  mapolres  A.Tenri kemudian langsung ditanyai  oleh petugas lain bukan yang menggiringny. Belum sempat menjawab  tiba-tiba A Tenri menerima kiriman pukulan diwajah bagian kanan dan kemudian seorang lagi menendangnya. Sehingga dirinya terjatuh. Saya berusaha mengeak dan meminta tolong jangan pukul kepala saya tapi  percuma, saya tidak diberi kesempatan bicara dan menjawab apa yang mereka tanyakan.  Ditanya mengenai apa yang ditanyakan sambil memukul, A.Tenri tidak berkomentar dan dirinya disebut melawan petugas karena lari saat  ditegur berbopncengan tiga orang dengan rekannya yang minta tolong dibonceng mau pulang.  Memang saya salah Pak, tapi tolong saya jangan dipukul, teriaknya saat dihujani pukulan dan tendangan oleh oknum petugas yang diantaranya berbaju dinas. Mungkin sekitar delapan orang yang malam itu ikut menganiaya saya, jelasnya kepada Media ini saat ditemui di RSUD Kep.Selayar
Lebih lanjut A.Tenri  diketahui diinapkan di Mapolres semalam  dan paginya Jumat baru diketahui keluarganya yang kemudian  langsung membawanya ke rumah sakit karena pada bagian mata kanan A.Tenri  terlihat ada noktah darah  sementara pada bagian lain wajahnya lebam dan bengkak . Khawatir akan luka dalam, keluarganya minta  tenaga medis di Rsud memeriksanya secara  mendetail. Mengenai bagaimana sikap keluarga akan kejadian yang menimpa anaknya, Ibu  Rahma menyatakan bahwa biar anak saya pastikan sehat dulu, Kami hanya berharap sekiranya kami menempuh jalur hokum maka tentu saja sebagai orang  awan meminta keadilan  dan kepada pimpinan Polisi di Kepulauan Selayar agar member sangsi kepada anggotanya yang terlibat.  Selanjutnya Ibu Rahma menuturkan bahwa kalaupun anak saya salah atau ada pelanggaran ka nada hokum yang mengatur, bukan malah harus dipukuli dan di injak injak.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah Tenri akan dirawat inap atau  bisa dirawat jalan. Tenri masih dirawat intensif .
Sementara itu, menurut sumber diMapolres Selayar  menuturkan saat dihubungi bahwa pada saat kejadian  Tenri naik motor dalam keadaan berbau miras dan berboncengan tiga. Kemudian  saat ditegur untuk berhenti, malah melarikan diri yang membuat anggota polres curiga. Ditanya menyangkut penganiayaan yang dialami setelah dibawa ke Mapolres, sumber tidak mau berkomentar.  Sumber lebih lanjut menjelaskan bahwa Tenri tidak ditahan tapi hanya diinapkan bersama anggota jaga lainnya hingga paginya baru pulang. (LO2)

Illegal Fishing Di P.Jinato Takabonerate Selayar Kembali Telan Korban

Penulis Media Selayar on Kamis, 11 Desember 2014 | Kamis, Desember 11, 2014

Jejeran Perahu Nelayan Penyelam Istirahat Pasca Kejadian AN
 Informasi terakhir yang diterima bahwa AN nelayan warga Pulau Jinato kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar yang nyaris merenggang nyawa Rabu (10/12) karena kram pada pembuluh darah akibat menyelam memburu ikan hidup dalam kawasan terlindungi, akan dibawa ke Kabupaten Bone untuk diobati.

Informasi lain yang diterima dari seorang sumber di P.Jinato menyampaikan bahwa AN sengaja dibawa kabur oleh keluarga atas permintaan Bos yang khawatir akan tercium petugas. Malah dari penuturan Sumber, bahwa Bos juga ikut mengantar AN malam itu sekitar pukul 02 00 Wita dan terlihat sangat tergesa gesa karena paranoid ketakutan setelah mendapat telepon dari seseorang yang menurutnya bahwa kejadian ini telah diketahui petugas Benteng. Kelabakan atasapa yang terjadi tentu saja merupakan gambaran bahwa apa yang terjadi itu tidak lepas dari sebuah kelakuan yang salah, mungkin, jelas sumber mengakhiri komunikasinya.

Sementera itu,Kapolres Kep. Selayar  Akbp.Moh.Hidayat, melalui akun twitter pribadinya menulis kepada akun media ini bahwa sementara musim cuaca buruk dilaut Kep.Selayar, sehingga perlu mempertimbangkan skala prioritas dalam penanganan illegal fishing di wilayah kepulauan. Namun hal tersebut telah menjadi pantauan dan pengamatan oleh pihak Kepolisian. Dimana sebelumnya Kapolres juga menulis balasan ke akun media ini bahwa selain Kepolisian kan ada juga petugas dari Ppns Perikanan untuk penanganan illegal fishing.

Naas yang menimpa AN saat menyelam diduga sementara melakukan kegiatan illegal, berupa penangkapan ikan hidup dengan bahan kimia dan dugaan melakukan aktivitas pengambilan hasil laut lainnya seperti teripang koro dan lobster  dalam kawasan zona  terlindungi di Taman Nasional Takabonerate Kepulauan Selayar  membuktikan bahwa memang masih ada aktifitas illegal yang perlu mendapat perhatian pihak berwajib. Setidaknya akan muncul sebuah pertanyaan yang jawabannya mengarah kepada kebaikan. Pertanyaannya adalah, kemana petugas yang ditugaskan di  pulau Jinato. Termasuk adanya pos khusus  Polisi kehutanan dan Jagawana berdiri di Pulau Jinato yang dinilai tidak memberikan nilai pengawasan terhadap kegiatan masyarakat di Kawasan Nasional Takabonerate agar terhindar dari bahaya yang diakibatkan oleh pekerjaan mereka melakukan penangkapan ikan diduga secara illegal. Seharusnya para petugas harus melarang dan memperingati serta memberi sangsi bila nelayan tidak mengindahkan. Lalu pertanyaan terakhir adalah mana pemerintah desa Jinato. Mana Tripika dan mana perangkat desanya. Ini yang kemudian akan menjadi sebuah pertanyaan oleh publik. Apakah bukan hal seperti ini yang disebut pembiaran aparat. Bukankah ada sangsi bila mengetahui sebuah kejadian yang merupakan pelanggaran hukum lalu tidak melaporkan kepada yang berwajib adalah sebuah pelanggaran juga ? Lantas apa sangsi untuk mereka para abdi negara dan abdi masyarakat tersebut.

Menyangkut adanya issu miring mengenai adanya pungutan terhadap nelayan penyelam Jinato yang disetor oleh masing-masing punggawa penyelam saat menerima nota pembayaran dari Bos, memang santer dibenarkan oleh warga Jinato yang dimintai keterangan. Bahwa jatah dipotong dan dikumpul oleg Bos dari masing masing punggawa setiap turpo atau musim operasi. Bos yang mengatur dan mengirm kepada masing masing penerima jatah. Termasuk Bos siap setiapn saatsaat ada permintaan bantuan dari mitra liar tersebut.

Ardi Rahman, Koordinator Divisi Anti Suap FPS menegaskan bahwa sejumlah nama yang terlibat menerima bagian jatah dari Bos sudah dikantongi,namun tidak bisa serta merta dikeluarkan ke publik atau dilaporkan ke atasannya, masalahnya adalah bukti yang sangat sulit, kecuali bila memang semuanya jujur seratus persen pasti mengakui telah teribat atau pernah menerima kiriman jatah dari Bos. Tapi ada juga yang berhasil kami rekam suara, rekam rekening dan rekam kamera hp. Tunggu saja kalau memang serius mau hentikan illegal fishing baru kita ikut mendukung, semua akan tiba waktunya, tegasnya.

Bupati Kepulauan Selayar Drs. H.Syahrir Wahab MM saat dikonfirmasi melalui ponsel mengaku baru mengetahui bahwa marak lagi pembiusan di Desa Jinato. Saya sudah gembira bahwa kegiatan Illegal Fishing semakin dapat ditekan. Ini dari laporan ke saya. Mengenai kejadian dan masih maraknya kegiatan illegal di Desa Jinato, Bupati akan memanggil Kades Jinato terkait hal ini. (tim)

Fotocopy Ijazah Saripuddin Korban Kapal Oryong 501 Diambil

Penulis Media Selayar on Rabu, 10 Desember 2014 | Rabu, Desember 10, 2014


 Tim Biddokes Polda Sulsel bersama Kementrian Luar Negeri RI mengambil fotokopy ijazah korban kapal tenggelam, Saripuddin di kediaman isterinya, Sumi Harniaty yang tinggal bersama 2 anaknya di Galung Pariagan Selatan Kec. Bontosikuyu Kepulauan Selayar

Fotocopy ijazah diambil untuk keperluan sidik jari. Selain itu, tim juga mengambil foto korban yang kelihatan giginya untuk odontogram sera sampel DNA dari ayah, ibu, isteri dan kedua anak korban. Sampel DNA diambil dengan bocalswab yaitu apusan pipi bagian dalam.

Pengambilan sampel oleh tim atas koordinasi Komite Nasional DVI Indonesia dengan Kemenlu RI. Tim Kemenlu RI bersama Tim DVI Regional Timur. Tindakan pengambilan sampel untuk DNA tersebut oleh Tim DVI Regional Timur atas  perintah Kabiddokkes Polda Sulsel selaku ketua DVI regional Timur KBP, dr. Umar Shahab. (@)

ARSIP BERITA MEDIA SELAYAR

TRANS MEDIA GROUP

Pemuda Adalah Kekuatan

DPD  K N P I

KOLOM IKLAN

Hubungi Cust.Service

KOLOM IKLAN

HUB. CUST.SERVICE

KOLOM IKLAN

HUB. CUST.SERVICE

MEDIANYA ORANG SELAYAR

Loading...
 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 20 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend@yahoo.co.id-
CP-085 342 70 70 70-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR